Insiden Mati Listrik yang Mengganggu Penerbangan Dunia

Insiden Mati Listrik yang Mengganggu Penerbangan Dunia

Rachmadin Ismail - detikNews
Rabu, 26 Sep 2012 07:30 WIB
Insiden Mati Listrik yang Mengganggu Penerbangan Dunia
Jakarta - Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami gangguan listrik hingga menyebabkan keterlambatan penerbangan. Insiden serupa ternyata pernah terjadi di bandara-bandara dunia lainnya. Di mana saja?

Berikut empat insiden tersebut:

1. Landasan Bandara Midway Chicago

Bandara Midway di Chicago Amerika Serikat sempat ditutup selama hampir empat jam setelah terjadi gangguan listrik di landasan bandara. Lampu untuk menunjukkan jalur runway mati sehingga mengganggu proses pendaratan dan penerbangan.

Sekitar 85 penerbangan dibatalkan saat kejadian ini. Sebagian lagi ada yang dialihkan ke bandara lain.

Akibat insiden ini para penumpang pun mengeluh. Beberapa dari mereka ada yang menyampaikan langsung protesnya ke pengelola bandara, sebagian lagi ada yang mengumpat di twitter.

2. Chaos di Bandara Melbourne

Terjadi chaos di bandara internasional Melbourne Australia pada 18 Juli 2012 lalu. Listrik di bandara itu padam selama satu jam lebih. Sejumlah penerbangan pun tertunda.

Sedikitnya ada 10 penerbangan internasional yang delayed karena pemadaman listrik ini. Untuk penerbangan domestik, jumlahnya lebih banyak lagi.

Kejadian ini bukan yang pertama di bandara Melbourne. Pada bulan Mei tahun lalu, para penumpang juga sempat mengalami penundaan penerbangan selama 90 menit karena listrik mati.

3. Pemadaman di Norfolk

Bandara internasional Norfolk Amerika Serikat juga pernah mengalami pemadaman lisrik. Penyebab pemadaman dipicu oleh masalah listrik di jalur landasan. Beberapa lampu landasan pun padam.

Akibatnya jadwal penerbangan Delta Air harus terganggu. Sementara dua penerbangan lain yang hendak menuju Norfol harus ditunda.

4. Listrik Ganggu Radar di Bandara Suvarnabhumi

Pada 22 Juni 2012 lalu, terjadi gangguan radar di bandara Suvarnabhumi, Thailand. Penyebabnya karena suplai listrik yang terputus dari pembangkit.

Insiden ini menyebabkan sejumlah penerbangan yang menuju Suvarnabhumi dialihkan ke Bandara U-Tapao di provinsi Rayong-Chon. Beberapa penerbangan lain di Suvarnabhumi ada yang mengalami keterlambatan.

Butuh 40 menit bagi para teknisi untuk memperbaiki kerusakan radar tersebut.
Halaman 2 dari 5
(mad/tor)


Berita Terkait