Warga Solo Gelar Aksi Dukung Tedjowulan

Warga Solo Gelar Aksi Dukung Tedjowulan

- detikNews
Senin, 06 Sep 2004 17:25 WIB
Solo - Sekitar seratus orang warga Solo menggelar aksi di lingkungan Kraton Surakarta, Senin (6/9/2004) siang. Mereka menyatakan dukungan sepenuhnya bagi Tedjowulan untuk bertahta di Kraton Surakarta sebagai PB XIII. Sementara itu polisi setempat meminta pihak di luar kraton untuk tidak mencampuri persoalan suksesi.Kelompok aksi yang menamakan diri Komite Peduli Kebudayaan Surakarta (KPKS) menggelar aksi jalan kaki dari depan Balaikota Solo menuju Kraton, melewati Gapura Gladag, Alun-alun Utara, dan selanjutnya memasuki kompleks kraton. Massa yang semula berencana masuk kraton akhirnya berhenti di Supit Urang dan hanya mengirim tiga orang perwakilan ke dalam kraton.Di dalam kraton, ketiga perwakilan ditemui oleh salah seorang menantu mendiang PB XII, KP Satryo Hadinagoro. Seperti diketahui kompleks Kraton Surakarta saat ini dikuasai oleh kubu Hangabehi. Tampak puluhan orang duduk-duduk di sekitar pintu utama masuk kraton, di antara yang terlihat di situ adalah Bimo Putranto, Wakil Ketua DPC PDIP Solo.KPKS dalam sikapnya menyatakan bahwa saat ini warga Solo membutuhkan figur seorang raja yang merakyat, dapat melestarikan dan melanggengkan kebudayaan. Karena alasan itulah KPKS menyatakan sepenuhnya mendukung penobatan Tedjowulan sebagai PB XIII. Mereka juga mengatakan jika Hangabehi berkuasa maka kawula (warga) Solo akan merana.Pembicaraan antara perwakilan KPKS dengan kubu Hangabehi di Bangsal Sri Manganti tidak menemui titik temu. Kedua pihak tetap bersikukuh dengan alasannya masing-masing. Bahkan di sela-sela pembicaraan terlihat seorang yang ikut mendampingi Satryo, berteriak-teriak dan memelototi wartawan yang meliput. Menurut lelaki tegap itu, wartawan biang keladi terjadinya reaksi masyarakat.Polisi Akan TindakSetelah terjadinya aksi itu Kapolwil Surakarta, Kombes (Pol) Abdul Madjid, tiba-tiba menggelar jumpa pers. Intinya, dengan dalih netralitas, dia meminta semua pihak di luar kraton untuk tidak ikut campur dalam persoalan suksesi tersebut. Menurutnya siapa pun pihak di luar keluarga kraton yang ikut campur, akan berhadapan dengan polisi."Suksesi itu masalah internal kraton. Jadi baik itu pengamat, budayawan, ilmuwan maupun masyarakat umum jangan ikut-ikutan berkomentar karena justru akan memperuncing masalah dan tidak menginginkan Solo menjadi kondusif. Kalau mereka tetap melakukan berarti mereka itu provokator. Provokasi itu tindakan kriminal, karena itu mereka akan berhadapan dengan saya," ujar Kapolwil."Saya sudah perintahkan kepada Kapolresta Solo agar menemui korlap aksi tadi. Saya instruksikan agar orang itu didatangi dan kalau perlu diberi ancaman, kalau masih tetap menggelar aksi dan kalau sampai terjadi suatu keributan maka dia akan ditangkap," lanjut Madjid dengan nada tinggi dan selalu mengulang-ulang bahwa pihaknya tetap netral dari keberpihakan.Madjid juga menambahkan pihaknya telah menyiapkan 300 personel untuk penobatan Hangabehi 10 September mendatang. Jumlah itu masih akan ditambah dengan pasukan dari TNI AD yang didatangkan oleh polisi untuk memberikan bantuan. "Pasukan penjagaan dari Polresta Solo dan TNI AD, sedangkan Polwil Surakarta menyiapkan pemukul," kata Kapolwil dengan nada tinggi. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads