Protes Berita Matra, Hercules Ancam Datangi Kantor Todung

Protes Berita Matra, Hercules Ancam Datangi Kantor Todung

- detikNews
Senin, 06 Sep 2004 16:54 WIB
Jakarta - Hercules dengan mengerahkan 300 anak buahnya akan 'bertamu' ke kantor Todung Mulya Lubis memrotes pemberitaan Majalah Matra edisi Agustus 2004 yang berjudul "Raja-Raja Metropolitan. Puluhan polisi tampak berjaga-jaga.Rencana kedatangan Hercules diperoleh melalui telepon yang diterima operator di kantor Law Office Lubis, Santosa dan Maulana yang beralamat di Gedung Mayapada Lantai 5, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (6/9/2004)."Ada orang yang mengaku Hercules menelpon kantor Todung pukul 10.00 WIB dan pukul 11.00 WIB bilang akan datang untuk bertamu," kata kuasa hukum Matra, Lelyana Santosa.Kedatangan Hercules berkaitan dengan terbitan majalah Matra pada Agustus 2004 yang berjudul "Raja-raja Metropolitan". Pada halaman 110 majalah tersebut, dituliskan Tanah Abang Riwayatmu Kini dimana Hercules digambarkan sebagai preman Tanah Abang Jakarta Pusat sejak tahun 1985. Namun, di dalam tulisan tidak menyebutkan narasumber.Selain akan mendatangi kantor Todung, Hercules juga akan mendatangi kantor Matra. "Kadit Intel Polsek Cilandak Nisa menelpon klien saya minta supaya saya menghadap ke sana dan meminta saya mendatangi Matra. Saat itu, di kantor Matra sudah ada sekitar 10 sampai 15 personel yang berjaga-jaga. Mereka bilang Hercules sudah di jalan dan mau ke kantor Matra," ungkap Lelyana."Pak Nisa juga minta saya kesini, tetapi saat itu saya sedang mengikuti sidang Tempo. Ternyata di kantor, mereka juga menelpon akan datang ke kantor Todung. Setelah itu, saya langsung menghubungi kepolisian Setia Budi untuk mengamankan," imbuhnya.Hercules dan rombongan hingga kini belum menunjukkan batang hidungnya dan tampak sekitar 20 personel masih berjaga-jaga di depan Gedung Mayapada.Siap DituntutMajalah Matra menyatakan siap membawa kasus ini ke pengadilan karena tidak dapat memenuhi ganti rugi yang diajukan Hercules. Bahkan, Matra telah mengajukan ralat berita dan menawarkan wawancara ekslusif dengan Hercules."Kita tidak bisa memenuhi permintaan maaf melalui 10 surat kabar harian nasional dan kita juga tidak bisa membanyar Rp 2 miliar. Tetapi kita menawarkan ralat dan wawancara ekslusif," kata Lelyana.Ralat, kata Lelyana telah dimuat dalam Matra edisi September 2004 dan mencantumkan harian Kompas terbitan 2 Februari 1997 dan detikcom sebagai referensi."Memang waktu ditulis tidak memuat sumber. Klien saya siap menghadapi kasus di pengadilan karena tidak mampu membayar. Jadi kalau mau dituntut perdata dan pidana ya silakan," ujar Lelyana. Lebih lanjut, Lelyana mengatakan kuasa hukum Hercules Gusti Randa dan ratusan preman Tanah Abang sebelumnya pernah mendatangi kantor Matra dan mensomasi. Isinya, Matra diminta membuat ralat koreksi dan minta maaf sebanyak tiga kali berturut-turut di 10 surat kabar harian nasional dan 10 harian ternama. Kedua, meminta uang ganti rugi Rp 2 miliar dan meminta tuntutan dipenuhi paling lambat seminggu untuk menghindari tuntutan pidana dan perdata.Anda merasa diintimidasi?"Ya seharusnya saya kan mendapat perlindungan dari polisi. Tetapi kok mereka malah menjadi massager. Saya bukan dilindungi tetapi kok malah ditakut-takuti," imbuhnya. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads