Juru bicara Polda Sultra AKBP Abdul Karim Samandi menyatakan, para imigran berasal dari Pakistan dan Afganistan. Mereka diamankan aparat Polsek Sawah sekitar pukul 19.30 WIB, Senin (25/9/2012).
"Di rumah salah seorang warga bernama Rais," terang Karim, Selasa (25/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka dibawa oleh agen. Setiap orang harus membayar Rp 90 juta untuk sampai ke Australia. Kendari dianggap paling aman karena banyak pulau-pulau dan bisa ganti-ganti kapal," kata Karim.
Ke-20 imigran gelap masuk Indonesia lewat Singapura. Mereka tiba di Kendari dua hari lalu dengan menggunakan pesawat.
"Usianya kisaran 20 sampai 40 tahun. Semua laki-laki. Dari 20 imigran, 8 orang diantaranya tidak memiliki paspor dan visa," jelasnya.
Polisi mengamankan para imigran itu di salah satu hotel di Kendari. Selanjutnya, mereka akan diserahkan ke pihak imigrasi dan organisasi imigran internasional (IOM). Agen yang membawa para imigran, tengah diselidiki.
"Kami terus mengembangkan kasus ini sebab ada jaringan mafia penyeludupan manusia dalam kasus ini," tutupnya.
Ke-20 imigran tersebut terdiri dari 14 warga Afghanistan dan 6 warga Pakistan. Yang berasal dari Afghanistan adalah Salman Ali, Akbar Ali, Naseer Hashmi, Syed Javeed, Mehdi Rahimi, Ismail Khan, Haffem Ullaah, Ewas Ali, AbduL Wahid, AbduL Qadir, Rehmatullah, GhuLam Sakri, Nadir Ali, dan Mohamad Musa.
Sedangkan imigran asal Pakistan bernama Ansar Husain, Ali Reja, Irfan Mohamad, Mohamad Husain, ZuLfikar Ali, dan Iltaf Hussain.
(try/try)











































