Duh, Susahnya Cari Kantor Pengelola Kuis Mega Rp 14,1 M...
Senin, 06 Sep 2004 16:12 WIB
Jakarta - Jika membayangkan hadiah yang dijanjikannya sebanyak Rp 14,1 miliar, tentu Yayasan Investigasi Mediasi dan Monitoring (IMM) sebagai penyelenggara Kuis Mega adalah lembaga prestisius dengan kantor yang mentereng.Tapi, bayangan itu keliru. Kantor IMM hanyalah rumah permanen biasa di kompleks Perhutani yang sepi di Kelurahan Karet, Semanggi, Jaksel. Para tetangga kantor IMM bahkan banyak yang menggelengkan kepala saat ditanya keberadaan kantor itu. "Wah saya tidak tahu,"begitu rata-rata jawaban orang sekitar yang ditanya.Buntutnya, detikcom mesti berputar-putar berjam-jam untuk mendapatkan kantor IMM. Menurut iklannya di media massa, kantor IMM berlokasi di Jl. Tangkas Baru 26 B, Jakarta. Tapi setelah ditelusuri Jl.Tangkas Baru, nomor rumah yang ada hanya sampai 17.Setelah diputari lagi, rupanya kantor IMM berada di sebuah jalan yang oleh warga sekitar lebih dikenal sebagai Jl.Bappenas. Jalan ini beda dua jalan dengan Jl.Tangkas Baru. Namun pegawai IMM bersikeras bahwa jalan itu bernama Jl.Tangkas Baru.Kantor IMM adalah rumah permanen di kompleks Perhutani. Catnya putih, pagarnya putih. Ukurannya sekitar 5x8 meter, dua lantai. Ketika detikcom datang, tampak sejumlah pegawai hadir. Di lantai 1 ada 1 unit PC, demikian juga di lantai 2. Juga terlihat 3 laptop.Pegawai IMM, Portasius Nggedi menyatakan, jumlah karyawan yang bekerja di IMM mencapai 15 orang. Namun detikcom tidak menemukan karyawan sebanyak itu saat berkunjung.Portasius menyebutkan,yayasan itu berdiri tahun 2000, didirikan oleh 3 orang, antara lain oleh Ignas Iriyanto. Ignas saat ini menjabat sebagai direktur yayasan. Sayangnya, Ignas baru bisa menemui untuk wawancara pukul 16.00 WIB.Di halaman depan kantor IMM, tampak sebuah papan nama berukuran 40x70 cm. Papan itu bertuliskan Yayasan Investigasi Mediasi dan Monitoring (IMM). Papan itu tampak baru dipasang, terbukti dari adonan semen yang baru mulai mengering untuk menyangga kaki palang nama. Selain ada papan nama itu, juga papan nama Center for East Indonesia Affairs.Portasius menyebutkan, undian tabungan pendidikan bertajuk Indonesia Sukses yang dipasang IMM, hari ini diiklankan serempak di 32 koran. Selain itu juga disebarkan brosur semacam tabloid ke sekolah-sekolah dan sarana publik lainnya. Di brosur itu juga disebutkan 16 BUMN pendukung, sedangkan iklan di koran tidak disebutkan BUMN pendukung.Portasius enggan menjawab pertanyaan selebihnya. "Tunggu Pak Ignas Iriyanto saja," kilahnya.
(nrl/)











































