Logistik dan Sosialisasi Pemilu di Jateng Beres
Senin, 06 Sep 2004 15:35 WIB
Semarang - Tampaknya KPU tak mau mengulangi kesalahan-kesalahannya dalam penyelenggaraan pemilu. Di Jateng, setengah bulan sebelum pilpres putaran kedua 20 September mendatang digelar, semua logistik dan sosialisasi telah dilakukan.Melihat kenyataan seperti di atas, Ketua KPUD Jateng Fitriyah merasa sangat yakin penyelenggaraan pilpres putaran kedua akan sukses. Diperkirakan, tidak akan ada masalah-masalah sebagaimana terjadi pada pemilu legislatif maupun pilpres putaran pertama."Surat Suara, Formulir Penghitungan, dan segel sudah terkirim ke daerah-daerah sejak 3 September lalu. Tinggal tinta saja yang belum kami terima. Tapi kami yakin semuanya bakal terpenuhi sebelum pelaksanaan coblosan," katanya kepada wartawan sebelum meninggalkan kantornya, Jl. Veteran Semarang, Senin (6/9/2004).Dikatakan Fitriyah, untuk distribusi di daerah-daerah, pihaknya memberi kewenangan penuh pada KPU Kab/Kota setempat. Misalnya, untuk distribusi bagi daerah-daerah terpencil seperti Karimunjawa, Nusa Kambangan, atau yang lain. KPU Kab/Kota setempat diharapkan sudah menyelesaikan tugasnya sebelum hari pencloblosan.Untuk memantau distribusi dan kerja KPU Kab/Kota, Fitriyah mennginstruksikan semua KPU Kab/Kota membuat laporan harian. Terutama soal distribusi logistik pemilu. "Mereka membuat laporan harian sejak menerima logistik itu. Jadi kita tahu perkembangannya sampai sejauh mana," katanya.Sementara mengenai sosialisasi, di tempat yang sama, anggota KPUD Jateng Bidang Informasi Ida Budhiati menyatakan, pihaknya hanya kebagian menyebarkan poster, leaflet, atau selebaran sosialisasi saja. Tidak sampai pada pembuatannya."Soal metode dan strategi sosialisasi, kami menyerahkan kepada KPU Kab/Kota setempat. Mereka lebih tahu kondisi lokal. Bisa saja mereka memanfaatkan jalur birokrasi, tokoh masyarakat, atau yang lain. Terserah saja," paparnya.Mengenai persiapan kampanye pilpres putaran kedua, anggota KPUD yang berlatar belakang aktivis perempuan ini mengatakan, dalam jangka dekat pihaknya akan mengundang dua tim kampanye capres. Hal itu dilakukan agar ada kesepahaman bersama soal mekanisme kampanye."Karena mekanisme kampanye pada pilpres putaran kedua ini berbeda dengan dua pemilu sebelumnya, kami masih menunggu Keputusan KPU No. 35 Tahun 2004. Dalam keputusan itu akan dijelaskan juklak dan juknis kampanye," demikian Ida Budhiati.
(nrl/)











































