PT Telkom Sangkal Turut Sponsori Kuis Mega Rp 14,1 M
Senin, 06 Sep 2004 15:18 WIB
Bandung - Sebagai satu BUMN yang sudah go public dan go international, PT Telkom tidak bisa dengan gegabah mengeluarkan dana untuk keperluan yang tidak jelas. Bahkan pengeluaran yang dilakukan oleh direksi untuk dana di atas Rp 200 juta pun sudah harus dilaporkan kepada komisaris BUMN itu.Demikian ditegaskan Mundarwiyarso, Koordinator Komunikasi Perusahaan PT Telkom ketika dikonfirmasi detikcom berkaitan dengan Kuis Mega Rp 14,1 miliar, yang disinyalir merupakan kampanye terselubung untuk mendukung pasangan capres-cawapres tertentu. Sebanyak 16 BUMN disebut-sebut dilibatkan dalam kuis itu, termasuk PT Telkom yang berpusat di Bandung itu.Menurut Mundarwiyarso, sejauh yang diketahuinya tidak pernah ada pembicaraan atau pun laporan dari direksi atau pun divisi-divisi di lingkungan perusahaannya untuk kegiatan itu. "Sejauh yang saya tahu, tidak ada," katanya.Ketika ditanya apakah mungkin terjadi PT Telkom memberikan bantuan dana dalam bentuk sponsorship kegiatan itu, dijawab Mundarwiyarso bahwa hal itu bisa saja terjadi. "Tapi, pemberian sponsorship biasanya melewati saya. Sejauh ini, tidak ada anggaran dari Komunikasi Perusahaan PT Telkom untuk kegiatan itu. Bahkan saya juga jadi ingin tahu, seperti apa sebetulnya kegiatan yang diributkan itu," imbuhnya sambil tertawa.Pemberian sponsorship kegiatan menurutnya ada 2 pintu, yaitu lewat divisi yang dipimpinnya serta dari dana marketing. "Biasanya dari divisi marketing, kalau memang ada satu kegiatan yang bisa mendukung kegiatan atau agenda promosi atau brand produk, baru dana sponsorship itu bisa diberikan," tambah Mundar lagi.Saat ditanya, apakah tidak mungkin jika ada dana taktis dari direksi perusahaan itu yang bisa dikucurkan untuk kegiatan itu, Mundar menjawab bahwa direksi memang memiliki anggaran sendiri. "Tapi seperti yang saya jelaskan tadi, prosedurnya cukup ketat. Jangankan angka sampai miliaran rupiah. Rp 200 juta saja dana yang dikeluarkan, maka direksi harus melaporkannya kepada komisaris," tegasnya.Sejauh ini, PT Telkom menurutnya sangat berhati-hati di dalam kegiatan-kegiatan yang berbau politis. "Karena ini adalah perusahaan publik dan juga sudah go international. Entah kalau di BUMN lain yang belum go public, mungkin mereka agak takut-takut. Kalau di PT Telkom, prosedur pengawasan keuangan di sini sangat ketat," kata Mundar.Direksi pun menurutnya sudah sangat berhati-hati dan pernah menggariskan jajaran PT Telkom untuk bersikap netral. Dicontohkannya bahwa dalam satu kegiatan penilaian BUMN Awards saja, PT Telkom tidak mengeluarkan dana. Padahal itu kegiatan yang digagas Kementerian BUMN. "Ternyata, walau tidak mengeluarkan dana ternyata PT Telkom juga dinilai baik dan mendapatkan awards," tuturnya.Meski demikian, Mundar berjanji akan mencari informasi lebih lanjut mengenai kegiatan itu dan kemungkinan partisipasi dari PT Telkom. "Saya juga penasaran kok. Apalagi besar sekali hadiahnya," katanya lagi sambil terkekeh.
(nrl/)











































