"Polisi sudah menyebar sketsa wanita yang mengenakan seragam perawat itu, tapi sampai saat ini belum ada kabar," kata Ketua Komnas Perlindugan Anak, Arist Merdeka Sirait, kepada detikcom, Selasa (25/9/2012).
Arist menduga penculikan itu dilakukan oleh sindikat perdagangan manusia. Bayi ini diduga akan dijual untuk kemudian diadopsi secara ilegal. "Sampai sekarang tidak ada permintaan tebusan, kita curiga ini dilakukan oleh sindikat perdagangan manusia," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pada Senin (17/9) lalu, Syifah Maisyatul (20) dan Jaja Nurdiansyah (31) mengadukan penculikan bayinya ke Komnas Perlindungan Anak. Syifah masuk ke rumah sakit itu pada Rabu (12/9) pagi. Saat itu Syifah harus menjalani persalinan dengan operasi caesar. Setelah operasi berhasil, bayi Syifah ditempatkan di ruang bayi, sedangkan ibunya di ruang perawatan.
Pada Sabtu (15/9) saat Syifah merasa kondisinya berangsur membaik, dia akan pulang bersama bayinya ke rumah. Sang bayi lantas dibawa ke ruang perawatan untuk bertemu dengan Syifa. Syifa pun bisa melihat bayinya. Kemudian karena ingin buang air kecil, Syifa menitipkan bayinya ke orang tua pasien bersalin yang satu ruangan dengan dirinya.
Setelah keluar dari kamar mandi, bayi Syifa sudah tidak ada. Saat dia bertanya ke orang tua pasien itu, dan mendapat informasi ada suster yang membawa si bayi karena akan diperiksa. Saat itu Syifa tak curiga. Dia pikir bayinya diperiksa dulu kesehatannya sebelum pulang.
Kecurigaan Syifa mulai timbul saat melihat beberapa suster di ruang jaga terlihat kebingungan karena tidak mendapati bayi Syifa. Bahkan ditunggu sampai sore, bayinya tak kunjung ditemukan. Akhirnya keluarga ini melapor ke polisi.
(nal/)










































