Menurut John Kei, apa yang disampaikan Sait dalam sidang 99 persen tidak benar. John Kei mengenal Sait karena pria itu adalah anak buahnya sebelum bekerja untuk Ayung.
"Kalau namanya prajurit, mana ada kalau ada pertemuan saya, anak buah saya harus dikasih tahu. Paling dia ketemu salaman, nggak pernah ikut-ikut apalagi bicara masalah saham," ucapnya usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Jakarta, Selasa (25/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan ini nggak tahu ini, saksi yang bekas prajurit yang jadi pengkhianat ini mendapat info dari mana bahwa dia merekayasa ini begitu begini," sambung John Kei yang mengenakan baju kuning, tanpa baret hijau berbintang lima bertuliskan JK.
Dia mengatakan semua keterangan yang disampaikan Sait telah direkayasa. John Kei bahkan bertanya-tanya siapa yang telah mencuci otak Sait sehingga mengatakan hal yang tidak benar.
"Sampai Tan Harry mau pecat dia, saya bilang jangan. Karena dia dulu anak buah saya, makanya Tan Harry minta izin ke saya," ucap John Kei.
Dalam sidang kesaksian yang dipimpin majelis hakim, Supradja, Sait menjelaskan bahwa John Kei kerap meminta uang kepada Ayung, bahkan meminta saham. Permintaan tersebut diaujukan sampai lebih dari 5 kali.
Sait merupakan pengawal pribadi Ayung sejak tahun 2007. Dirinya ditawari menjadi penanggung jawab keamanaan di seluruh perusahaan Ayung.
(/nrl)











































