Tawuran SMA 6 dan SMA 70, JK: Harus Diambil Tindakan Tegas

Tawuran SMA 6 dan SMA 70, JK: Harus Diambil Tindakan Tegas

Ahmad Juwari - detikNews
Selasa, 25 Sep 2012 12:15 WIB
Tawuran SMA 6 dan SMA 70, JK: Harus Diambil Tindakan Tegas
Jakarta - Satu orang siswa tewas akibat tawuran yang terjadi antara SMA 6 dan SMA 70. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai perlu diambil tindakan tegas agar peristiwa ini tak terus terulang.

"Tentu kita tak bisa membiarkan itu terjadi, disiplin harus ditingkatkan termasuk bagi pelajar. Harus diambil tindakan tegas," kata JK usai peresmian unit donor darah pusat PMI di Jl Joe, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2012).

JK mengatakan, melakukan pembunuhan jelas masuk dalam tindakan kriminal. Karena itu pihak sekolah harus bertanggung jawab. "Sekolah harus tanggung jawab, kepala sekolahnya harus tanggung jawab," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tawuran antara siswa SMA 6 dan SMA 70 Jakarta kembali pecah di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, pada Senin (24/9). Tawuran ini menyebabkan seorang siswa SMA 6 tewas akibat kena bacok di bagian dada.

Korban tewas bernama Alawy. Dia merupakan siswa kelas X berusia 15 tahun. Menurut saksi mata ketika tawuran pecah, Alawy sedang makan gulai di tikungan Bulungan (gultik). Dia lantas lari menyelamatkan diri bersama teman-temannya.

Malang, dia terjatuh di depan KFC Bulungan dan langsung mendapat sabetan celurit di dadanya. Remaja kelahiran 1997 itu pun meninggal dunia.

Jarak SMA 6 dan SMA 70 berjarak 300 meter saja, tak jauh dari Blok M Plaza. Siswa kedua SMA unggulan itu selama ini sering tawuran.

(nal/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini