"Tentu kita tak bisa membiarkan itu terjadi, disiplin harus ditingkatkan termasuk bagi pelajar. Harus diambil tindakan tegas," kata JK usai peresmian unit donor darah pusat PMI di Jl Joe, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2012).
JK mengatakan, melakukan pembunuhan jelas masuk dalam tindakan kriminal. Karena itu pihak sekolah harus bertanggung jawab. "Sekolah harus tanggung jawab, kepala sekolahnya harus tanggung jawab," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban tewas bernama Alawy. Dia merupakan siswa kelas X berusia 15 tahun. Menurut saksi mata ketika tawuran pecah, Alawy sedang makan gulai di tikungan Bulungan (gultik). Dia lantas lari menyelamatkan diri bersama teman-temannya.
Malang, dia terjatuh di depan KFC Bulungan dan langsung mendapat sabetan celurit di dadanya. Remaja kelahiran 1997 itu pun meninggal dunia.
Jarak SMA 6 dan SMA 70 berjarak 300 meter saja, tak jauh dari Blok M Plaza. Siswa kedua SMA unggulan itu selama ini sering tawuran.
(nal/)










































