"Ondos ini lebih bersifat filsuf. Saya pikir karena jiwa sosialnya yang tinggi. Saya kenal lebih dari 30 tahun sejak kuliah di ITB. Mungkin dia salah satu orang yang jarang pakai jas saat rapat. Lebih sering pakai batik," ujar Pramono usai acara persemayaman jenazah Ondos di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/9/2012).
Menurut wakil ketua DPR ini, almarhum Ondos adalah orang yang sederhana. Dia mencontohkan, meskipun telah menjadi anggota Banggar selama 2 periode, tapi almarhum Ondos tidak mampu merenovasi rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Almarhum Ondos juga dikenal Mas Pram (sapaan akrab Pramono) sebagai pribadi yang jujur, suka bercanda, ramah, pintar, dan hampir membaca semua buku. Almarhum telah berbuat banyak demi kepentingan bangsa dan negara.
"Sampai akhir hayatnya, kita semua tahu almarhum telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Kita telah melihat dedikasi kesungguhan atas tugas-tugas sebagai anggota dewan. Almarhum pribadi yang dekat dengan siapa saja. Mau diajak bicara, diskusi, untuk persoalan bangsa," pungkasnya.
Upacara penghormatan terakhir jenazah Ondos yang digelar di gedung Nusantara DPR RI berakhir pukul 10.45 WIB. Setelah persemayaman ini, jenazah akan langsung diberangkatkan ke rumah duka di Oasis Lestari, Tangerang, Banten.
Kecelakaan yang menewaskan Ondos terjadi di Tol Porong, Sidoarjo, Jatim, pada Senin (24/9) sekitar pukul 03.15 WIB. Saat itu Ondos berangkat dari Blitar menuju Bandara Juanda menggunakan mobil Nissan Patrol B 15 VY. Mobil menabrak bagian belakang truk hingga menewaskan Ondos. Ondos -- pria kelahiran Makassar tahun 1962 -- bermaksud terbang ke Jakarta untuk bisa mengikuti rapat di DPR.
(rmd/nrl)











































