Politikus PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan ketidakhadiran Mega di upacara persemayaman terakhir almarhum Ondos karena sedang ada tugas partai ke Bangkok. "Alasan tidak datang saat ini, Bu Mega masih ada tugas yang berkaitan dengan di Bangkok," ujar Hasto kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/9/2012).
Meski demikian, Hasto mengatakan Mega tetap memberi pesan kepada istri dan keluarga almarhum. Mega, menurut Hasto, Mega berpesan agar istri almarhum, Maria, tetap tabah menghadapi ujian ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hasto, ketum partainya tersebut sangat merasakan kesedihan mendalam dengan 'kepergian' Hasto. "Begitu mendengar kabar yang mengejutkan. Bu Mega tidak bisa berkata apa-apa dan tidak bisa berdiri karena kesedihan yang mendalam," tutur Hasto.
Mega saat sedang menghadiri peresmian patung lilin Presiden Soekarno di Madame Tusauds, Bangkok.
Upacara penghormatan terakhir jenazah Ondos digelar di gedung Nusantara DPR RI. Jenazah Ondos ditempatkan di peti jenazah berwarna cokelat dibalut bendera Merah Putih. Rencananya, upacara penghormatan terakhir ini akan dipimpin Wakil Ketua DPR dari FPDIP, Pramono Anung.
Tampak sejumlah perwakilan keluarga Ondos telah hadir menduduki kursi di samping jenazah. Istri Ondos, Maria, tampak hadir mengenakan baju lengan panjang putih dan tampak terus menangis.
Hadir dalam upacara ini ketua MPR, Taufiq Kiemas, dan sejumlah anggota DPR lainnya seperti Tjahjo Kumolo, Max Sopacua, Ganjar Pranowo, Tjatur Sapto dan TB Hasanudin.
Sekitar 20 rangkaian bunga ucapan belasungkawa juga tampak di depan gedung DPR. Karangan bunga itu antara lain dari pimpinan dan anggota Komisi I, Ketua MPR Taufiq Kiemas dan anggota DPR yang lain.
Kecelakaan yang menewaskan Ondos terjadi di Tol Porong, Sidoarjo, Jatim, pada Senin (24/9) sekitar pukul 03.15 WIB. Saat itu Ondos berangkat dari Blitar menuju Bandara menggunakan mobil Nissan Patrol B 15 VY. Mobil menabrak bagian belakang truk hingga menewaskan Ondos.
(rmd/vta)











































