"Ya belum membicarakan sampai 2014, tapi kita berharap semua baik-baik saja," kata anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat, kepada detikcom, Selasa (5/9/2012).
Gerindra memang meredam ketegangan dengan PDIP. Terutama setelah hasil survei yang dilakukan oleh SMRC juga menunjukkan kemenangan Jokowi lebih menguntungkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, ketimbang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Gerindra meyakini hubungan Megawati dan Prabowo akan tetap harmonis, bahkan kalau dipertahankan bisa melahirkan koalisi kuat di Pilpres 2014 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martin menjelaskan, pengajuan Jokowi-Ahok dalam Pilgub DKI bukan untuk menunggangi popularitas keduanya. Meski menurut sejumlah pihak memang Prabowo yang kerap muncul dalam iklan Jokowi dan agenda kampanye pasangan cagub nomor 3 tersebut lebih diuntungkan.
"Tanpa kedekatan itu sudah lain soalnya Pilgub DKI kemarin. Saya lihat tujuan keduanya untuk mencalonkan Jokowi-Ahok adalah ingin Indonesia ini berubah. Dan perubahan itu dimulai dari Ibukota langsung. Tawaran mereka untuk melakukan perubahan itulah yang disambut dengan antusias oleh penduduk Jakarta, karena figur yang didukung, Jokowi-Ahok adalah figur yang rekam jejaknya terpuji," kata Martin.
(van/nrl)











































