Muladi: Kalla Dipecat, Golkar Bergejolak
Senin, 06 Sep 2004 12:42 WIB
Jakarta - Memecat Cawapres Jusuf Kalla dari Golkar tidaklah mudah. Jika dipecat, ribuan konstituen Kalla bergejolak. Akbar Tandjung sebatas akan melakukan konsolidasi.Demikian disampaikan Penasihat Partai Golkar Muladi di sela-sela seminar sehari Forkapi di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Senin (6/9/2004)."Kalau mau memecat saya kira tidak mudah, yang dipecat otomatis akan menempuh prosedur hukum. Kalau dipecat dari Golkar, itu masuk mekanisme organisasi, kemungkinan akan terjadi gejolak dalam organisasi. Jumlahnya banyak ribuan. Iya kemungkinannya besar, seperti tokoh Jusuf Kalla, Fahmi Idris, Marzuki Darusman. Kalau dipecat, mereka kan punya konstituen yang besar sekali. Jadi di Golkar ada mekanismenya tidak bisa dilakukan begitu saja," ungkap Muladi.Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung melayangkan surat teguran terhadap Cawapres Jusuf Kalla. Akbar meminta Kalla tidak melakukan intervensi terhadap internal Golkar menyusul pencalonannya sebagai cawapres dari Partai Demokrat."Pemecatan, karakter organisasi yang otoriter. Tidak seperti organisasi yang lain seperti PAN, PDIP dan lain-lain. Mengingatkan sih boleh sebagai warning," ujarnya.Lebih lanjut, kata dia, Akbar Tandjung akan melakukan konsolidasi organisasi. "Yang terpenting, mereka harus intropeksi apa sebenarnya alasan. Kalau Fahmi, saya kira hanya berbeda pendapat dan tidak aspirasi boleh-boleh saja kan," tutur Muladi.Muladi mengatakan beda pendapat juga terjadi saat pencalonan Wiranto sebagai Capres Golkar. "Waktu Golkar dukung Wiranto, memang ada perbedaan pendapat. Tetapi dulu tidak pernah ditegur sekarang orang ribut. Padahal, Wiranto dulu calon resmi Golkar tetapi sekarang Golkar habis-habisan mendukung Mega. Ini ganjil dan anomali," ungkapnya.Apa ada konspirasi Golkar dicalonkan 2009?"Ya. Janji-janji politik seperti itu," demikian Muladi.
(aan/)











































