Mulai dari Presiden AS Barack Obama, Presiden Iran Ahmadinejad, hingga Presiden SBY hadir di pertemuan ini. Tak heran kalau keamanan di New York super ketat.
Pantauan detikcom, Senin (24/9/2012) di kawasan markas PBB di 42nd street first avenue, seluruh jalur masuk ke kawasan ini ditutup NYPD atau New York Police Department.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu, sambil berjaga polisi itu semua menenteng senjata. Tapi hanya ditaruh di pinggang saja. Tidak terlihat ada tentara yang turut berseliweran.
Nah, saking banyaknya polisi, hingga polisi bersepeda pun ikut berjaga di sudut-sudut kota. Tak heran kalau Kota New York seolah tengah 'kebanjiran' polisi.
Memang kadang ada saja muncul keluhan dari warga New York soal penutupan sejumlah ruas jalan, tapi secara umum mereka sudah menganggap biasa.
"Where are you come from?" tanya seorang polisi yang berjaga bertanya dengan ramah.
Sang polisi lantas memeriksa tanda pengenal. Setiap orang yang hendak masuk ke kompleks PBB memang dibekali ID khusus, termasuk wartawan. Ada sekitar seribu lebih wartawan yang meliput sidang umum PBB ke 67 dari seluruh negara ini.
Nah, bicara soal sidang umum PBB ini, apa agenda Indonesia?
"Kita memaparkan berbagai kontribusi Indonesia dalam keamanan internasional. Mulai dari penyelesaian konflik di Aceh, kemudian Thailand dan Kamboja. Kita mengedepankan penyelesaian dialog dalam konflik," terang Menlu Marty Natalegewa saat ditanya soal sidang PBB ini.
Sidang umum PBB ini digelar mulai 24-28 September. Presiden SBY rencananya akan memberikan pidato di sidang umum PBB ini.
(ndr/trq)











































