Mega Sudah Populer, Tak Perlu Ambil Untung dari Jokowi

Mega Sudah Populer, Tak Perlu Ambil Untung dari Jokowi

Ferdinan - detikNews
Senin, 24 Sep 2012 23:19 WIB
Mega Sudah Populer, Tak Perlu Ambil Untung dari Jokowi
Jakarta - Kemenangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama berdasar hasil hitung cepat kini dikaitkan dengan naiknya elektabilitas parpol dan tokoh pendukung. Tapi Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait menegaskan keunggulan Joko Widodo tidak dimanfaatkan untuk kepentingan Megawati Soekarnoputri.

"Jokowi kader PDIP yang dipilih Ibu Mega, yang pasti Ibu Mega tidak mempolitisir untuk kepentingannya karena Ibu Mega sudah populer," kata Maruarar saat dihubungi wartawan, Senin (24/9/2012).

Maruarar menjelaskan, PDIP memilih Jokowi untuk membawa perubahan bagi Jakarta. Partai kata dia, bekerja keras mengerek tingkat popularitas Jokowi yang kala itu masih berada di bawah 10 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awal tahun 2012 kita memakai survei Indobarometer, saat survei masih sekitar 7 persen sementara Tantowi Yahya sekitar 17 persen," jelas politisi yang akrab disapa Ara ini.

Mega akhirnya memutuskan memilih mengusung Jokowi dengan alasan capaian kerja yang baik saat menjabat sebagai Wali Kota Surakarta. "Dia bersih punya track record baik, nasionalisme," tambahnya.

Karena itu peranan Mega memilih Jokowi sebut Ara tidak bisa dikesampingkan. "Kalau bukan pilih Jokowi mungkin tidak akan berakhir seperti saat ini," tandasnya.

Ara berharap kemenangan ini tidak diklaim untuk meraup keuntungan di politik 2014. "Kita nggak usah klaim mengklaim soal keberhasilan DKI karena Pilpres masih jauh," tuturnya.

(fdn/tor)


Berita Terkait