"Jokowi kader PDIP yang dipilih Ibu Mega, yang pasti Ibu Mega tidak mempolitisir untuk kepentingannya karena Ibu Mega sudah populer," kata Maruarar saat dihubungi wartawan, Senin (24/9/2012).
Maruarar menjelaskan, PDIP memilih Jokowi untuk membawa perubahan bagi Jakarta. Partai kata dia, bekerja keras mengerek tingkat popularitas Jokowi yang kala itu masih berada di bawah 10 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mega akhirnya memutuskan memilih mengusung Jokowi dengan alasan capaian kerja yang baik saat menjabat sebagai Wali Kota Surakarta. "Dia bersih punya track record baik, nasionalisme," tambahnya.
Karena itu peranan Mega memilih Jokowi sebut Ara tidak bisa dikesampingkan. "Kalau bukan pilih Jokowi mungkin tidak akan berakhir seperti saat ini," tandasnya.
Ara berharap kemenangan ini tidak diklaim untuk meraup keuntungan di politik 2014. "Kita nggak usah klaim mengklaim soal keberhasilan DKI karena Pilpres masih jauh," tuturnya.
(fdn/tor)











































