"Bahan peledak ini dari bahan campurannya lebih berbahaya. Kami sudah minta dari puslabfor apa saja perbedaan bahan peledak ini, karena ini kalau digunakan untuk kegiatan teror memiliki daya ledak yang besar dibandingkan yang sebelumnya," kata Boy di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012).
Boy mengatakan bahan peledak tersebut disimpan dalam beberapa tempat yang berbeda ukuran. Ada yang ditempatkan di rice cooker, di dalam pipa (bom pipa), dan di dalan botol (bom botol) yang digunakan untuk target yang berbeda-beda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boy menambahkan bahan peledak yang ditemukan di Solo ini merupakan variasi baru dari bahan peledak sebelumnya. Menurutnya tim ahli mengatakan kemampuan ledak bom ini lebih bervariasi lagi.
"Terutama yang cairan-cairan itu merupakan temuan baru, yang kemarin disebut Nitrogliserin itu di dapat dari penjelasan si pemilik sendiri," ujar Boy.
Menurut Boy dalam dua hari ini tim masih konsentrasi untuk menemukan bahan peledak dan mengamankan bahan material yang ditemukan di rumah masing-masing terduga teroris.
"Pada umumnya mereka memang warga disitu bukan orang yang datang ngontrak tapi rumah masing," kata Boy.
(slm/trq)











































