Rusia Berduka, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan

Rusia Berduka, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan

- detikNews
Senin, 06 Sep 2004 10:58 WIB
Jakarta - Bendera-bendera setengah tiang berkibar di seluruh Rusia. Ini menandai dimulainya hari berkabung nasional bagi Rusia menyusul tewasnya sekitar 338 orang dalam drama penyanderaan di Beslan, Ossetia Utara.Pemerintah Rusia telah menetapkan hari berkabung nasional selama dua hari pada Senin dan Selasa ini atas kematian ratusan sandera di sebuah sekolah dekat perbatasan wilayah konflik Chechnya. Demikian seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (6/9/2004).Krisis penyanderaan yang telah berlangsung beberapa hari itu berakhir pada Jumat (3/9/2004) lalu dengan pertempuran ganas antara militan dan pasukan Rusia. Selama hari berkabung ini, seluruh stasiun televisi setempat membatalkan tayangan program-program hiburan mereka. Krisis penyanderaan lebih dari seribu orang di Beslan telah berujung tragedi yang menewaskan ratusan orang anak-anak dan dewasa. Dari 1.181 orang yang disandera setidaknya 260 orang juga dinyatakan hilang dan 447 masih dirawat di rumah sakit.Pada Minggu (5/9/2004) pagi kemarin waktu setempat, Beslan, kota berpenduduk 40.000 orang, mengubah lapangan sepak bola menjadi tempat pemakaman massal. Acara pemakaman diwarnai isak tangis dan amarah para keluarga korban dan penduduk setempat. Kedukaan itu, salah satunya terlihat jelas dalam pemakaman Alina Khubechova, yang berulang tahun ke-11, sehari sebelum para penyerang menyandera murid, orangtua dan guru di Sekolah Nomor 1 di Beslan. "Beslan hanyalah kota yang sangat kecil. Apa yang kami lakukan sehingga kami pantas menerima semua ini?" ujar seorang kerabat yang hadir di pemakaman Alina.Sejumlah pejabat terkait Rusia menyatakan penyesalan, bahkan ada yang ingin mengundurkan diri atas pertumpahan darah tersebut. "Saya ingin meminta maaf karena telah gagal melindungi anak-anak, guru dan orangtua," tutur Presiden Ossetia Utara, Alexander Dzasokhov dengan air mata berlinang. Menteri Dalam Negeri Ossetia, Kazbek Dzantiyev, bahkan mengajukan pengunduran dirinya. Namun permohonan mundurnya ditolak pemerintah.Tragedi ini telah menuai kecaman dari sejumlah media massa Rusia yang mengkritik cara pemerintahan Putin menangani krisis penyanderaan ini. Penyerbuan yang dilakukan pasukan Rusia ke dalam gedung sangat disesalkan. Banyak pengamat menilai, pemerintah seharusnya bisa menghindari jatuhnya korban jiwa yang besar dalam peristiwa ini. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads