Kericuhan terjadi saat sejumlah wartawan mewancarai Benny di sisi lokasi aksi. Tiba-tiba, massa petani yang tergabung dalam Komite Tani Mengggugat keberatan dan memaksa Benny pergi dari lokasi aksi di Jl. Diponegoro, Medan.
Salah seorang peserta aksi, Johan Merdeka mengatakan, petani tidak ingin aksi unjuk rasa memperingati Hari Agraria yang mereka laksanakan ditunggangi pihak lain untuk kepentingan tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan Johan, mereka tahu Benny menjabat sebagai Sekretaris Jenderal HKTI, namun mereka tidak ingin Benny menumpang di acara mereka. Kedatangan Benny dinilai terkait statusnya sebagai bakal calon Gubernur Sumut, dan memanfaatkan momen.
"Kalau memang mau andil, maunya sama-sama datang membawa massa kemari," tukas Johan.
Sementara Benny membantah memanfaatkan aksi tersebut untuk pencitraan dirinya sebagai bakal calon Gubernur Sumut.
"Saya kebetulan melintas. Karena jalan diblokir massa petani, saya turun dan melihat aksi dari sisi Jl. Cut Mutia. Tetapi sejumlah wartawan datang dan minta tanggapan saya tentang penyelesaian tanah dan nasib petani. Saya beri tanggapan. Saat itu massa petani keberatan," sebut Benny.
Atas pertimbangan tidak ingin terjadi keributan, Benny yang kenakan baju kotak-kotak khas tim Jokowi, bersama beberapa pendampingnya, akhirnya meninggalkan lokasi aksi.
(rul/try)











































