Kerabat korban kebakaran sempat mendatangi ruangan direktur RSUP Sultra, namun tak ada respons positif. Mereka menendang kaca jendela dekat ruangan direktur dan membanting kursi tunggu depan apotik.
"Anak saya meninggal pukul 11 tadi setelah dirawat di ruangan Tulip RSUP. Saat kami minta mobil ambulans, diminta menunggu karena mobil ambulans sementara digunakan. Saat kami tanya lagi sejam kemudian diminta bersabar, masak kami menunggu lama, mau dibiarkan membusuk anakku?" kata ayah korban, LM. Arifin, saat ditemui RSUP Sultra, Senin (24/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhendrianto, mahasiswa FKIP jurusan Geografi, meninggal saat api membakar di kos asrama putri, Senin (17/9/2012) malam. Mahasiswa asal Muna itu sempat dirawat di RSUD Sultra, namun nyawanya tak tertolong. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran itu.
(trw/trw)










































