Disampaikan Abdul Rasyid kepada wartawan usai dirinya melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPk) Polda Metro Jaya, Senin (24/9/2012) bahwa ada tiga poin di dalam situs tersebut yang membuatnya keberatan.
"Sehubungan dengan muatan kabar bohong di situs www.triomacan2000.net, di situ disampaikan beberapa hal bahwa saya adalah pemilik atau admin triomacan2000. Kedua, saya menikmati hasil korupsi koperasi dan ketiga dinyatakan bahwa saya pernah dipecat dari direktur Pusat Pengelola Kawasan Kemayoran (PPKK)," urai Abdul Rasyid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiga-tiganya saya keberatan. Sebagai pemilik akun, kedua saya dituduh korupsi dan dipecat. Saya pernah jadi direktur di PPKK, tetapi saya tidak dipecat melainkan saya mengundurkan diri karena mendapatkan pekerjaan lain menjadi staf khusus di Kementerian Perekonomian," urainya.
Dalam laporannya bernomor TBL/3250/IX/2012/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 24 September 2012, Abdul Rasyid melaporkan administrator dari situs www.triomacan2000.net dengan tuduhan pasal 27 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sebagai barang bukti, ia melampirkan cetakan halaman situs tersebut ke polisi.
"Di dalam situs ini ditulis 'Siapa triomaca2000? Berikut Operator Sekaligus Misinya'," ujar dia.
Rasyid sendiri mengaku tidak tahu siapa administrator situs maupun twitter TrioMacan2000. Ia sendiri juga tidak mengetahui maksud dan tujuan dari publikasi mengenai data-data sang administrator yang disebutkan dalam situs tersebut.
"Kita tidak tahu apa, dia (pemilik situs) yang tulis seperti itu," kata dia.
Penelusuran detikcom di www.triomacan2000.net, disebutkan ada 3 orang yang menjadi admin TrioMacan2000 yakni Syahganda Nainggolan, Abdul Rasyid dan Raden Nuh. Pada bagian Abdul Rasyid dijelaskan mengenai latar belakang pendidikan dan juga pekerjaannya saat ini.
Terkait hal itu, Rasyid belum mengkonfirmasi kepada 2 orang yang juga disebut-sebut sebagai administrator. Kepada Raden Nuh sendiri yang telah mengakui bahwa dirinya selaku admin TrioMacan2000, Rasyid belum mengkonfirmasi penulisan informasi tersebut.
"Saya baru tahu kemarin situs tersebut. Saya belum ada konfirmasi ke mana-mana," tukas Rasyid.
Ia meminta agar penyidik segera menindaklanjuti laporannya itu. Ia meminta agar polisi dapat mengungkap siapa pelaku yang menulis informasi tersebut di dalam situs itu.
"Justru kita adukan ke polda supaya hal ini terungkap, siapa orangnya. Kita minta segera ditutup. Karena ini kabar bohong," tutupnya.
(mei/rmd)










































