"Kamis 20 September sore beliau masih bertemu saya di DPP PDIP. Kebetulan beliau teman saya di Komisi I DPR, duduknya bersebelahan dengan saya, saya kenal cukup dekat," ungkap Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo yang juga mitra Ondos di Komisi I DPR. Hal ini disampaikan Tjahjo kepada detikcom, Senin (24/9/2012).
Tjahjo menuturkan, dalam keseharian Ondos tak banyak bicara. Meski demikian, Ondos termasuk wakil rakyat yang rajin rapat dan cepat merespons perintah partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepergian Ondos melahirkan duka mendalam. Satu dari segelintir anggota DPR yang rajin bekerja telah tiada.
"PDI Perjuangan kehilangan sosok yang bersahaja, pekerja, pemikir partai, kader partai yang selalu peduli dan selalu turun ke bawah khususnya di dapilnya, Jatim," ungkap Tjahjo.
Semasa hidup, Ondos sempat menyampaikan keinginannya. Sayang, Tjahjo belum berhasil mengabulkan cita-cita Ondos.
"Jabatan beliau wakil sekretaris fraksi PDIP di DPR, anggota Badan Anggaran DPR, alumni ITB. Cita-citanya dia ingin dipindah ke Komisi VII karena ilmunya sebagai ahli geologi di ITB," katanya.
Ondos meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di Tol Surabaya. Informasi dari polisi, yang bersangkutan meninggal dunia setelah menabrak truk tronton. Menurut petugas, kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dalam perjalanan dari Blitar ke bandara Surabaya, untuk mengejar pesawat pertama ke Jakarta. Ondos mengejar untuk hadir tepat waktu di rapat Komisi I DPR pagi ini. Ondos lahir di Makassar pada 1962.
(van/nrl)











































