"Pernyataan Pak Taufiq saya rasa maksudnya bukan begitu. Saya kira pernyataan beliau itu mungkin maksudnya lain, saya tahu betul Pak Taufiq adalah politisi kawakan dan tentu saja maksudnya baik. Hubungan dengan PDIP juga sejauh ini baik-baik saja," kata Fadli saat dikonfirmasi detikcom, Senin (24/9/2012).
Menurut Fadli, wacana yang dilempar sejumlah partai pendukung Foke bahwa Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menunggangi popularitas Joko Widodo (Jokowi) adalah tidak benar. Wacana ini kemudian yang sempat menghangatkan hubungan PDIP-Gerindra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli yakin pernyataan keras Taufiq Kiemas tidak bermaksud memutus koalisi PDIP-Gerindra. Apalagi dalam menyambut gelaran Pilpres 2014 nanti Gerindra perlu berkoalisi dengan sejumlah partai untuk mengusung Prabowo Subianto menjadi capres.
"Sejauh ini baik-baik saja," katanya.
Kemenangan Jokowi dalam Pilgub DKI diprediksi dapat mendongkrak popularitas Prabowo Subianto sebagai ketua umum Partai Gerindra. Padahal, Jokowi dinilai lebih dekat kepada Megawati Soekarnoputri. Menyikapi hal itu, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP, Taufiq Kiemas, mengaku kapok berkoalisi dengan Gerindra.
"Kapok juga (PDIP koalisi dengan Gerindra), itu boleh dicatat. Tapi kita nggak boleh kayak anak kecil," ujar Taufiq Kiemas, kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/9/2012).
Menurut Ketua MPR ini, kemenangan Jokowi harusnya bisa lebih mendongkrak suara Megawati sebagai ketua umum PDIP, partai utama pengusung Jokowi. Tetapi dengan hasil yang ada, justru menjadi pelajaran untuk tidak lagi berkoalisi dengan Gerindra.
"Saya rasa pasti begitu, membuat semangat kita untuk tidak berkoalisi makin besar," kata Taufiq.
(van/nrl)










































