Sekitar 300 pelajar SMU dan pesantren dari 30 provinsi di Indonesia terlibat dalam kegiatan yang digelar di PP PON, Jl Jambore Raya, Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan berlangsung sejak Kamis 20 September lalu dan berakhir pada Minggu (23/9/2012) ini. Para peserta berasal dari 75 SMU dan 35 pesantren di berbagai Indonesia.
Pelatihan yang mengambil tema 'Birru Youth Training: Inspiring Future Leader for Peace' ini digelar Lazuardi Birru yang bekerja sama dengan beberapa pihak seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Agama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kekerasan yang terjadi belakangan ini kerap diidentikkan dengan remaja. Padahal remaja yang terlibat dalam aksi radikal dan terorisme merupakan korban ideologi kekerasannya sendiri.
"Genersi muda merupakan target yang paling mudah dan utama direkrut oleh kelompok radikal dan teroris. Untuk itu remaja harus diberi bekal yang cukup sehingga mereka bisa membentengi dirinya dari bahaya radikalisme dan terorisme yang kerap mengintai," papar Dhyah.
Dalam kegiatan itu para pelajar mendapat pendalaman materi atas 4 modul wawasan kebangsaan. Digelar pula dialog interaktif dengan mantan Ketua Jamaah Islamiyah Mantiqi III, Nasir Abbas. Digelar pula pertunjukan kreatif seluruh peserta dengan permainan simulasi yang menggambarkan semangat kerja sama mewujudkan Indonesia damai.
(/tfq)










































