"Si Anggri ini terkait dengan Thorik. Jadi dia satu jaringan dengan yang di Solo dan Tambora, serta Depok," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, kepada detikcom, Minggu (23/9/2012).
Boy mengatakan, tim Densus menangkap Anggri setelah mendapatkan informasi dari pengakuan delapan orang terduga teroris yang ditangkap di Solo pada Sabtu (22/9) pagi. Anggri sendiri ditangkap pada Sabtu malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, polisi menangkap terduga teroris bernama Rudi Kurnia Putra, di dekat Solo Square dan Baderi Hartono, di Kampung Griyan RT 05/ RW 10, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Surakarta. Keduanya diduga terkait jaringan di Bojong Gede dan Poso. Setelah menangkap dua orang itu, Densus 88 menangkap enam orang lainnya.
Menurut Kepala BNPT Ansyaad Mbai, kedua terduga teroris itu masih terkait dengan kasus teroris di Bojong Gede dan berhubungan juga dengan jaringan perekrutan di Poso.
"Berkaitan Naim dan Mujib yang ditangkap 12 Juli lalu di Poso," ujar Ansyaad.
Setelah 2 terduga teroris ditangkap BH (Badri) (45) RK (Rudi) (45), Densus 88 menangkap kembali 6 orang terduga teroris lain di Solo. Inisial mereka K (43) IP (30), N (46), FN (18), BN (24), P (29).
(/nal)










































