Penghuni rumah Nanda (29) mengatakan, dirinya tinggal dengan neneknya Atikah (72), Istri Ani, Ibunya Kania, pamannya Uce, tidak kuasa melakukan perlawanan saat para perampok menodongkan senjata tajam serta senpi.
"Semua anggota penghuni rumah, matanya, mulutnya ditutup dan tangan serta kakinya diikat dengan lakban dan dikumpulkan di lantai dua. Kecuali istri saya Ani dan anak saya yang berusia tiga minggu Siti Adelia, mengamankan diri dengan mengunci pintu kamar saat perampok baru masuk ruang tengah," ungkapnya saat ditemui di tempat kejadian.
Nanda melanjutkan, setelah istrinya menyelamatkan diri dengan mengunci kamar. Istrinya menelepon sodaranya Rizki yang masih bertengga. Rizki segera memabangunkan warga dan mengepung rumah untuk menangkap perampok.
Perampok beraksi selama 20 menit, karena panik dengan warga yang sudah mengepung kemudian keluar dengan loncat dari lantai dua. Para warga yang hendak menangkap tidak berni banyak bertindak karena melihat pelaku membawa senjata jenis FN rakitan dan Revolver. "Selain itu pelaku juga menggertak warga dengan menembakan senpi rakitan FN ke udara sebanyak tiga kali," tuturnya.
Setelah perampok keluar rumah, Nanda segera berusaha melepaskan diri dan melepaskan penghuni rumah lainnya. Saat keluar rumah pelaku sudah berlalian kabur. "Sempat pelaku dikejar olah anjing jenis golden milik tetangga saya, namun berhasil melarikan diri dengan mobil serta motor," tambahnya.
Setelah pelaku kabur, Nanda segera mengecek rumahnya. Semua kamar dan ruangan kecuali kamar dirinya yang dipakai berlindung istri dan anaknya, dalam keadaan berantakan. Setelah mengecek keluar alas kaki milik semua pelaku dan selongsong peluru ditemukan. "Saya segera melapor ke aparat kepolisian setelah meninventalisir barang. Pelaku yang saya lihat ada enam orang, namun satu diantaranya tidak memakai topeng jadi saya ingat mukanya," ungkapnya.
Sementara itu Kapolsek Bogor Utara H. Yos Taojiri mengatakan, polisi yang menerima laporan segera meluncur ke TKP dan melakukan pemeriksaan. Ditemukan tiga selongsong peluru dan alaskaki serta sidik jari para pelaku. "Kerugian empat buah hp, di antaranya dua buah HP Nokia, Samsung Galaksi dan Silver touch. Tiga buah jam tangan, Guess, omega jordan serta uang tunai Rp400 ribu. Selanjutnya Korban membuat laporan langsung ke Polres Bogor Kota," tegasnya.
(/spt)











































