"Merekrut, mengajak, membuat, belanja untuk membuat bom rakitan ini," Kata Karo Penmas Polri brigjen Boy Rafli Amar kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (22/9/2012).
Boy mengatakan Badri Cs yang mengajarkan Thorik dalam melakukan aksi teroris di Tambora. Mereka umumnya sudah pernah ikut kegiatan pelatihan.
BH (Baderi) mengajarkan Thorik?, "Benar sekali," jawab Boy.
Boy mengatakan Baderi Cs dianggap salah satu pimpinan teroris mengingat usia mereka yang cukup matang diantara anggota yang lain.
"Iyah gitu, pimpinan kelompok. Dan memang kalau kita lihat dari usianya memang cocok ya, cukup matang," ucap Boy.
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Ansyaad Mbai mengatakan
Tim Densus 88 kembali menangkap dua terduga teroris di Solo.
Ansyaad mengatakan kedua terduga teroris tersebut bernama Rudi dan Baderi. Keduanya di tangkap di tempat berbeda.
"Rudi ditangkap dekat Solo Square pukul 23.24 WIB. Badri ditangkap di dekat rumahnya jam 05.30 di Solo," ucap Ansyaad.
Menurut Ansyaad, kedua terduga teroris itu masih terkait dengan kasus teroris di Bojong Gede dan berhubungan juga dengan jaringan perekrutan di Poso.
"Berkaitan Naim dan Mujib yang ditangkap 12 Juli lalu di Poso," ujar Ansyaad.
Setelah 2 terduga teroris ditangkap BH (Badri) (45) RK (Rudi) (45), Densus 88 menangkap kembali 6 orang terduga teroris lain di Solo. Inisial mereka K (43) IP (30), N (46), FN (18), BN (24), P (29).
(slm/)











































