"Indonesia punya tanggung jawab moral ikut memikirkan ada sebuah protokol mencegah aksi-aksi yang berupa penistaan agama," kata SBY.
Hal ini disampaikannya di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu (22/9/2012). Beberapa saat sebelum bertolak ke New York, AS, untuk kunjungan kerjanya selama empat hari di Markas PBB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden SBY menegaskan, yang paling utama adalah sikap saling menghargai antar pemeluk agama. Tapi tidak kalah penting konsesus bersama dari semua negara untuk mencegah terulangnya tindakan yang menistakan ajaran agama oleh pemeluk agama lainnya.
"Dengan demikian kita berharap dunia bisa terjaga ketertibannya," sambung SBY.
Agenda lain selama empat hari di NY adalah menghadiri pertemuan G7+. Indonesia merupakan salah satu negara anggota utama forum yang terdiri dari 17 negara yang pernah terlibat dalam konflik dan sekarang sedang rekonsialiasi.
Di dalam kesempatan pada hari terakhir di NY itu, Presiden SBY berbagi pengalaman Indonesia dalam menangani konflik di Aceh dan penyelesaian sisa konflik di Timor Leste. Mulai dari upayanya saling membangun kepercayaan hingga melaksanakan rekonsiliasi.
"Apa yang Indonesia telah dan sedang lakukan selama ini, akan dikontribusikan agar dunia makin damai," papar SBY.
(lh/mok)











































