"Mereka masih diperiksa di daerah Jateng. Semua di solo, jadi belum ada yang dibawa ke Jakarta," kata Boy dalam acara jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (22/9/2012).
Boy mengatakan, tim Densus 88 akan melakukan pemeriksaan dalam waktu 2 sampai 3 hari mendatang untuk menuntaskan hasil pemeriksaan. Tim juga melakukan kegiatan pemeriksaan dilapangan untuk mencari barang bukti yang diduga dikuasai oleh mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boy mengatakan penangkapan 6 dari 8 terduga teroris ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan 2 tersangka sebelumnya yakni Rudi dan Badri.
"Dari hasil penangkapan dua ini berlanjut, ada 6 lagi yg dilakukan penangkapan untuk didalami keterkaitan dengan mereka. Inisial mereka BH (Badri) (45) RK (Rudi) (45), K (43) IP (30), N (46), FN (18), BN (24), P (29),' ujar Boy.
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Ansyaad Mbai mengatakan
Tim Densus 88 kembali menangkap dua terduga teroris di Solo.
Ansyaad mengatakan kedua terduga teroris tersebut bernama Rudi dan Badri. Keduanya di tangkap di tempat berbeda.
"Rudi ditangkap dekat Solo Square pukul 23.24 WIB. Badri ditangkap di dekat rumahnya jam 05.30 di Solo," ucap Ansyaad.
Menurut Ansyaad, kedua terduga teroris itu masih terkait dengan kasus teroris di Bojong Gede dan berhubungan juga dengan jaringan perekrutan di Poso.
"Berkaitan Naim dan Mujib yang ditangkap 12 Juli lalu di Poso," ujar Ansyaad.
(slm/gah)











































