Penobatan Hangabehi Terancam Tanpa Busana Kelengkapan

Penobatan Hangabehi Terancam Tanpa Busana Kelengkapan

- detikNews
Minggu, 05 Sep 2004 16:32 WIB
Solo - Meskipun berhasil menguasai kompleks Kraton Surakarta, namun kubu Hangabehi tidak berhasil menguasai ruang pusaka dan kelengkapan atribut raja. Padahal, mereka harus mengenakannya kepada KGPH Hangabehi saat akan dinobatkan sebagai raja 10 September mendatang.Kunci ruang pusaka itu dipegang oleh GK Ratu Alit, Pengageng Parentah Kaputren. Padahal Alit dan dua pengageng kraton lainnya telah menobatkan KGPH Tedjowulan sebagai PB XIII 31 Agustus lalu. Kubu Hangabehi menolak keabsahan penobatan Tedjowulan, salah satunya karena ketidaklengkapan tata cara penobatan.Dua diantara kelengkapan yang saat ini berada di dalam ruang pusaka adalah mahkota raja bernama Kuluk Kanigara dan tanda kebesaran raja berupa Bintang Suryawasesa. Jika nanti penobatan Hangabehi tidak menggunakannya, maka tata cara dan atribut yang dipakai juga tidak akan lengkap, seperti halnya penobatan Tedjowulan yang berlangsung di luar kraton.Ketua Panitia penobatan Hangabehi KGPH Kusumayuda mengaku telah menyurati GK Ratu Alit agar menyerahkan kunci kamar pusaka. Namun hingga saat ini, Ratu Alit tidak memberikan respon atau jawaban. Namun kepada wartawan Ratu Alit mengatakan hingga saat ini dirinya belum mendapat permohonan dari pihak manapun, selain itu dia hanya akan patuh kepada Tedjowulan selaku PB XIII."Mandat dari Sinuhun PB XII (almarhum) saya diminta untuk merawat dan menjaga pusaka-pusaka keraton. Sampai sekarang tidak ada permohonan dari Gusti Behi. Tetapi kalau pun ada, saya juga tidak bisa memutuskannya sendiri. Kami sudah mengukuhkan raja baru. Dengan begitu saya harus seizin beliau (Tedjowulan) langsung. Saya perlu bicara dulu dengan Sinuhun PB XIII," kata Alit, Minggu (5/9/2004).Sikap Ratu Alit itu didukung sepenuhnya oleh Pangageng Parentah Keraton, GPH Dipokusumo. "Pusaka kraton itu bukan untuk dipinjam-pinjamkan kepada siapapun juga dan selanjutnya pusaka akan dimiliki dan dipergunakan raja," tegas ujar Dipo.Dipo maupun Alit adalah pemimpin lembaga utama di kraton. Satu lembaga lagi adalah kasentanan yang dipimpin KGPH Hadi Prabowo. Ketiganya adalah putra-putri almarhum PB XII dari ibu yang berlainan. Mereka telah bersepakat mendukung Tedjowulan. Sedangkan kelompok putra-putri dari selir Pradapaningrum bersikukuh mendukung Hangabehi. (asy/)


Berita Terkait