"Terlalu dini kita katakan Pilkada Jakarta cerminan Pilpres," kata Indra dalam diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini, Jakpus, Sabtu (22/9/2012).
Indra mencontohkan ketika Golkar yang dipimpin Jusuf Kalla pada tahun 2007 mendukung Fauzi Bowo sebagai cagub DKI. Partai koalisi akhirnya memenangkan Foke dari pesaingnya Adang Daradjatun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Indra, pemilih DKI memang memiliki rasionalitas dan daya kritis. "Cepat mempopulerkan orang cepat juga menghancurkan orang," katanya.
Indra menambahkan masyarakat Jakarta lebih menyukai calon pemimpin yang populis dan humanis. Karena itu kemenangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama bukan lagi jadi kejutan.
"Sisi ini yang tak bisa dikejar Foke dan Nara, yang kelihatan Foke dan Nara lebih muncul sebagai pejabat bukan orang biasa," imbuhnya.
Seperti diketahui pasangan Jokowi-Basuki didukung PDIP-Gerindra. Gerindra sendiri akan mengajukan Prabowo Subianto sebagai capres 2014. Pada tahun 2009 Prabowo menjadi cawapres Megawati Soekarnoputri.
(fdn/mok)











































