Kiai-kiai Pasuruan Minta Warga NU Menangkan Mega-Hasyim
Minggu, 05 Sep 2004 10:09 WIB
Surabaya - Suara massa NU dalam pilpres putaran kedua tidak akan bulat. Setelah sejumlah kiai meminta PKB mendukung SBY-Kalla, para kiai di Pasuruan, Jawa Timur meminta warga NU memenangkan Mega-Hasyim.Tausiyah mendukung Mega-Hasyim ini disampaikan para kiai dalam ceramah subuh bersama KH Hasyim Muzadi di Perguruan Sunniyah Alun-alun Kota, Kauman, Pasuruan, Minggu (5/9/2004). Para kiai itu mengatasnamakan Kiai Sepuh Pasuruan. Menurut para kiai, pasangan Mega-Hasyim harus didukung dan dimenangkan, demi menjaga ukhuwan dan kemaslahatan umat.Tausiyah tersebut ditandatangani KH. Ahmad Nawawi Abdul Djalil (Sidogiri), KH M. Nur Cholis (Bangil), KH Abbas (Rembang), KH Abdul Chalim Djasim (Podokaton),KH Suadi (Pasrepan), KH Akhmad Irsad (Areng-areng), KH Faisol Munir (Wonorejo), KH Muchlason (Rejoso), KH Damanhuri (Pukul Kraton), KH taufiq Akib (SalafiyahPasuruan), KH Abdul Karim Toyyib (Bendungan Kraton),KH Ghozali (Bangil), KH Imron Rosyadi (Sukorejo), KH Salim Bin Muhammad (Bendungan Kraton)dan KH Muthiurrohman (Bendungan Kraton).Hasyim Muzadi sendiri menilai tarik menariknya para kiai NU terhadap dua pasang capres, merupakan sebuah perbedaan pendapat saja. Hasyim mengaku tidak resah. Pengasuh Ponpes Al Hikam Malang ini merasa yakin partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan, maupun warga NU tetap akan memberikan dukungan kepadadirinya yang mendampingi."Itu kan hanya pendapat masing-masing pribadi. Bukan sesuatu yang bulat. Jadi nggak ada persoalan," tegas Hasyim enteng dalam acara itu.Sementara dalam kesempatan yang sama, salah satu keluarga pengasuh Ponpes Sidogiri Pasuruan KH Achmad Nawawi Abdul Djalil yang dikenal sebagai pendukung berat Hasyim Muzadi ini mengungkapkan bahwa dirinya telah membuat buku karangannya yang membahas seputar presiden wanita. Buku yang bertujuan mengcounter fatwa haram presiden wanita ini dibagi-bagikan kepada jamaam kuliah subuh."Buku ini saya karang sebagai upaya untuk mengklarifikasi atau sebagaai pembanding, bukan membantah permasalahan hukum memilih presiden wanita yang sempat mengganggu ketenangan masyarakat pada Pemilu Presiden putaran pertama," jelas KH AchmadNawawi.Di bagian ahkir buku yang mengurai berbagai pendapat ulama itu, Ahmad Nawawi mengeluarkan tausiah agar semua alumni atau simpatisan Pondok Pesantren Sidogirimendukung dan memilih Hasyim Muzadi saat pilpres nanti.
(asy/)











































