Mahfud MD : Bila PKB Tak Netral Akan Buruk di Masa Depan

Mahfud MD : Bila PKB Tak Netral Akan Buruk di Masa Depan

- detikNews
Minggu, 05 Sep 2004 01:30 WIB
Yogyakarta - Keputusan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk bersikap netral pada pilpres putaran kedua mendatang adalah sebuah keputusan yang tepat sebagai institusi partai. Sebab bila PKB tidak netral, dan justru mendukung salah satu calon, akan berakibat buruk di masa depan.Hal itu kemukakan Wakil Ketua DPP PKB Prof Dr Mahfud MD saat menjawab pertanyaan wartawan seusai acara pengukuhan guru besar Prof Drs Riswandha Imawan MA, PhD di Balai Senat Gedung Pusat UGM Bulaksumur, Yogyakarta, Sabtu(4/9/2004)."Netral, ya ndak apa-apa. Memang keputusannya itu kemarin waktu Gus Dur dari rumah sakit telepon, PKB itu harus netral sebagai institusi tapi orang per orang jangan dihalangi kalau punya aspirasi. Karena bagaimanapun siapapun yang menang kalau PKB tidaknetral untuk masa depan partai akan buruk," kata Mahfud.Namun lanjut Mahfud, bila ada orang yang punya aspirasi silahkan mendukung, dengan catatan tidak menggunakan baju partai. Di Jawa Timur saat ini mendukung salah satu calon tidak secara institusi tapi secara orang per orang. Sebab Jawa Timur itu khas membawa aspirasinya para kyai sepuh."Namun, seperti Bengkulu ataupun Sumatera Utara saya kira mereka punya aspirasi sendiri. Bali juga punya aspirasi sendiri, biar sajalah," tegas guru besar Fakultas Hukum UII itu.Menurut Mahfud dengan sikap netral seperti itu tidak akan menimbulkan gesekan atau bentruran di tingkat masa bawah."Saya kira tidak, justru akar rumput sekarang ini jangan dihegemoni. Biarkan mereka jalan sendiri-sendiri dan justru elit politiknya yang harus menghindarkan gesekan-gesekan itu tanpa memaksa rakyat ikut salah satu," demikian Mahfud MD. (fab/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini