Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara Hoyke Makarawung mengatakan Gunung Lokon memuntahkan materialnya pada 21 September 2012, pukul 17.18 WITA.
"Letusan eksplosifnya mengeluarkan suara yang amat keras, disertai asap hitam membumbung tinggi ke angkasa," kata Makarawung melalui pesan Blackberry Mesangger (BBM) kepada detikcom, Jumat (21/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah siap untuk mengevakuasi warga di sekitar kaki gunung Lokon, apabila terjadi letusan yang lebih besar lagi," terangnya.
Dari Kota Manado terlihat asap tebal berwarna hitam terlihat membumbung tinggi dan mengarah ke arah timur laut, tepatnya ke daerah Kembes dan Suluan Kecamatan Tombulu, Minahasa.
Pagi tadi sekitar pukul 10.18 WITA, juga terjadi letusan dengan muntahan material setinggi 2,5 km, dengan arah jatuhan abu ke kawasan Kecamatan Tinoor Kota Tomohon.
Sejak ditetapkan status Siaga, 24 Juli 2011 oleh PVMBG, Gunung Lokon beberapa kali meletus namun tidak menimbulkan korban jiwa atau kerusakan yang besar.
Tipikal gunung Lokon adalah terjadi peningkatan aktivitas yang cepat dan diikuti letusan, kemudian aktivitasnya menurun hingga periode tertentu.
(try/try)











































