Marwah: Golkar Harus Jembatani Pertemuan dengan SBY-JK
Sabtu, 04 Sep 2004 17:03 WIB
Bandung - DPP Partai Golkar harus segera memfasilitasi pertemuan antara semua kader partai yang berseberangan pendapat. Pertemuan atau komunikasi itu perlu untuk menjembatani terjadinya rekonsiliasi di tubuh partai itu."Tidak ada kata tidak mungkin di dalam berpolitik. Semuanya itu bisa terjadi hanya dalam hitungan jam atau hari. Saya kira, Pak Akbar Tandjung harus segera menggelar inisiatif itu," kata Dr Marwah Daud Ibrahim, salah satu Ketua DPP Partai Golkar kepada pers di Bandung, usai melakukan talkshow di Radio Trijaya FM Bandung, Sabtu (4/9/2004).Menurut salah seorang penggagas Kaukus Iramasuka ini, soal perbedaan pandangan dan pendapat soal Koalisi Kebangsaan itu sebetulnya merupakan satu dinamika tersendiri di tubuh partai. Perbedaan pandangan soal itu bukan tidak mungkin untuk diselesaikan. "Saya optimis, kalau komunikasi ke arah itu dilakukan, maka akan segera dicapai titik temu," katanya.Diakuinya, di bawah kepemimpinan Akbar Tandjung selama ini memang banyak beberapa kebijakannya yang mungkin hanya bisa diterima di jajaran struktural atau elit partai."Dalam beberapa kasus, resistensi di grass root juga terjadi. Partai Golkar memerlukan target dan langkah yang lebih sistematis ke depannya agar dukungan dari akar massanya tetap bisa dipertahankan," tuturnya lagi.Kepemimpinan partai di bawah Akbar Tanejung dalam pandangannya memang berada dalam situasi transisional, yang menuntut cara tersendiri. "Saya kira, apa yang dilakukan Pak Akbar itu dalam kerangka transisional semacam itu. Dengan mindset yang berubah seperti sekarang ini, selain kebijakan-kebijakan semacam itu perlu komunikasi yang juga lebih intens," katanya.Dalam beberapa hal, langkah-langkah yang diambil para kader Partai Golkar menurutnya merupakan penugasan dari partai itu sendiri. Dicontohkannya, saat dirinya menjadi calon wakil presiden mendampingi Gus Dur."Itu bukan keputusan saya sendiri. Tapi memang penugasan dari partai. Komunikasi semacam itu saja yang saya kira perlu lebih dijalin," katanya.Marwah mengaku tetap menjalin komunikasi dengan cawapres Jusuf Kalla dan pihak-pihak yang disudutkan di Partai Golkar seperti Fahmi Idris, Marzuki Darusman dan lain-lain. "Bukan hanya saya saja. Komunikasi dengan Pak Akbar Tandjung juga terus berjalan kok," katanya lagi sambil tertawa.
(nrl/)











































