Senibudaya RI Disukai di Wina

50 Th Hubungan Diplomatik RI-Austria

Senibudaya RI Disukai di Wina

- detikNews
Sabtu, 04 Sep 2004 14:15 WIB
Den Haag - Masyarakat Austria rupanya sangat menyukai senibudaya Indonesia. Lukisan dan foto-foto khas Indonesia ludes dibeli.Haris Nugroho, Sekretaris Pertama untuk Informasi dan Diplomasi Publik KBRI Wina, mengatakan hal itu kepada detikcom melalui kontak ponsel Jumat (3/9/2004) petang waktu setempat.Menurut Haris, minat masyarakat Austria itu terungkap pada Indonesian Days (ID), sebuah kegiatan terpadu di Spectacolos, Donauinsel, Wina (27-28/8/2004), untuk memperingati 50 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Austria dan HUT RI ke-59. Agenda ID tersebut meliputi promosi dagang serta pagelaran seni dan budaya Indonesia."Lukisan dan foto-foto khas Indonesia laris manis. Mereka juga meminati furniture produksi kita," ungkap Haris, seraya menambahkan bahwa agenda kegiatan itu mendapat perhatian dari media setempat, yakni harian Kronen Zeitung, Radio ORF dan TV ORF Austria. Masyarakat Austria, kata Haris, juga betah menikmati pagelaran seni, yang antara lain menampilkan tari-tarian dan kesenian dari Aceh, Bali, Jawa Barat dan Jakarta. "Pagelaran ini dimainkan oleh grup Gema Puspa Nusantara (GPN), grup kesenian di bawah pembinaan KBRI Wina pimpinan Mira D. Soerjanatamihardja," kata Haris.Di samping GPN, masih ada kelompok lain yang ikut menghibur masyarakat Austria, yakni Kolintang Kawanua Osterreich (KAOST), gamelan Jawa kolaborasi masyarakat Indonesia dan staf KBRI setempat, dan permainan angklung ibu-ibu Dharma Wanita. Bahkan Dubes Samodra Sriwidjaja, yang piawai bernyanyi, ikut main kolintang (melodi) bersama Deputy Chief of Mission (DCM) R. Inkiriwang, main gamelan, dan tentu saja menyumbangkan suaranya."Masyarakat Austria sangat mengapresiasi seni dan kebudayaan kita. Apalagi mereka memang dikenal bercitarasa seni cukup tinggi," papar Haris.Sekedar tahu, lokasi yang dipilih sebagai pusat kegiatan, Donauinsel, itu merupakan salah satu tempat indah di kota Wina, berada di tepian Sungai Donau yang terkenal dengan airnya yang berwarna biru. Di tempat ini 'Sang Kaisar Waltz', Johann Strauss, terinspirasi untuk menciptakan komposisi waltz bertitel An der Schoenen Blauen Donau (Di Tepian Donau Biru nan Indah) yang kesohor itu.Strauss hanya salah satu saja dari puluhan komponis besar yang dilahirkan negeri itu. Beberapa nama berikut ini beserta masterpiece-nya menunjukkan betapa Austria adalah bukan bangsa kelas rommel (rombengan), tetapi memiliki citarasa seni yang tinggi: Gustav Mahler (Lieder eines fahrenden Gesellen), Wolfgang Amadeus Mozart (Symphony no.41 in C Major), Franz Peter Schubert (Gretchen am Spinnrade), Franz Joseph Haydn (Die Schoepfung), dll. (es/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads