Pantauan detikcom, Jumat (21/9/2012) kedutaan besar Prancis yang berlokasi di Menara BCA lantai 40 Jalan Jenderal Sudirman, tampak dijaga lebih ketat daripada hari biasanya. Di halaman Menara BCA, 10 orang petugas keamanan yang sebagian besar berseragam safari hitam tampak berjaga-jaga. Di antara mereka tampak juga dua orang petugas polisi dari Polda Metro Jaya.
Saat dikonfirmasi kepastian penutupan kedubes Prancis di lantai 40 Menara BCA itu, 3 orang petugas keamanan justru membantah kedubes Prancis berada di Menara BCA.
"Nggak di sini kedubes Prancis," ujar salah seorang petugas keamanan.
Sementara 2 petugas keamanan lainnya mengarahkan untuk menanyakan di sekitar Menteng dimana letak kedubes Prancis. Namun, setelah didesak salah seorang polisi akhirnya angkat bicara membenarkan bahwa kedubes Prancis benar di lantai 40 Menara BCA, dan hari ini diliburkan.
"Ya (Kedubes Prancis di Menara BCA), tapi hari ini tutup nggak ada kegiatan. Belum tahu sampai kapan buka lagi," ujar AKP Anhar, petugas polisi dari Polda Metro Jaya di Menara BCA, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (21/9/2012).
Anhar enggan menjelaskan lebih jauh alasan penutupan sementara kedubes Prancis itu. "Saya nggak tahu (alasan penutupan kedubes Prancis hari ini)," tutur Anhar.
Sebelumnya, pemerintah Prancis memang berencana akan menutup kedubes-kedubesnya di sekitar 20 negara pada Jumat, 21 September hari ini. Hal ini dilakukan karena kekhawatiran akan kemarahan publik atas publikasi kartun Nabi Muhammad oleh majalah mingguan Charlie Hebdo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya baru saja mengeluarkan instruksi-instruksi supaya langkah-langkah keamanan khusus diambil di semua negara yang diperkirakan hal ini bisa menimbulkan masalah," ujar Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius, (19/9).
Majalah Charlie Hebdo sendiri sudah tak asing lagi dengan kontroversi. Pada tahun 2011 lalu, kantor majalah mingguan itu dibom karena mempublikasikan edisi tentang pergolakan politik di sejumlah negara Arab dengan memajang gambar Nabi Muhammad di sampul.
Pada tahun 2005, kartun Nabi Muhammad juga pernah dipasang di sebuah media cetak di Denmark dan dipublikasikan ke seluruh Eropa. Akibatnya, gelombang protes besar pun merebak di Timur Tengah dan Afrika.
(bal/mpr)











































