"Kami mengambil kebijakan sementara perkuliahan diliburkan, untuk cooling down dan memberi kewenangan pada aparat kepolisian menyelidiki bentrokan yang menewaskan seorang mahasiswa kami," tegas Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof Ahmad Gani saat ditemui detikcom, Jumat (21/9/2012).
Situasi kampus UMI di Jalan Urip Sumoharjo sendiri tampak lengang. Hanya terlihat petugas kepolisian yang berjaga-jaga di dalam kampus. Pihak kepolisian menjaga ketat pasca tawuran sejak malam hari untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan di dalam kampus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak kepolisian dari Polsek Panakukang yang melakukan penyisiran di gedung Fakultas Teknik menemukan beberapa bilah badik, keris dan parang, serta belasan anak panah. Akibat tawuran, sejumlah kaca laboratorium Fakultas Teknik rusak.
Tawuran pecah di sekitar gedung Teknik Sipil, Univesitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (20/9/2012) kemarin. Wakil Dekan III Fakultas Teknik UMI Mukti Maruddin, yang ditemui detikcom saat kejadian menyebutkan bentrokan dipicu ketersinggungan antar mahasiswa. "Aksi saling serang ini terjadi tiba-tiba, motifnya sementara karena adanya ketersinggungan dari salah satu kelompok," ujar Mukti.
(mna/trw)











































