"Sepertinya lebih terlihat simbiosis mutualistik. Prabowo jelas terbaca mensponsori seluruh iklan Jokowi," kata Sekjen PPP M Romahurmuziy kepada detikcom, Jumat (21/9/2012).
Menurut Romi, demikian disapa, pasti akan ada efek ke popularitas Prabowo. Meski jumlahnya tak bisa diprediksi secara riil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau Prabowo ingin upayanya efektif, harusnya jangan berhenti di Pilgub DKI. Sebab kalau berhenti di sini, maka upaya mendongkrak atau membonceng popularitas Jokowi menjadi tidak ada bekasnya.
"Kalau dia bermain lagi untuk Pilkada Jabar-Jateng-Jatim di 2013 nanti dan pilihannya tepat, mungkin akan efektif. Tapi kalau berhenti di DKI, bulan depan orang juga sudah lupa," katanya.
Wasekjen PD Ramadhan Pohan melihat Prabowo Subianto mencoba mengambil untung dengan meroketnya popularitas Joko Widodo (Jokowi) yang sukses di Pilgub DKI. Sayangnya, menurut Ramadhan, Prabowo sudah terlalu tua.
"Kalau lihat di media dan iklan, ada kesan Prabowo mau curi momentum Jokowi. Mau ambil untung dari fenomena Jokowi. Secara politik, tak salah, monggolah," kata Ramadhan.
Hal ini disampaikan Ramadhan kepada detikcom, Jumat (21/9/2012).
Menurut Ramadhan, upaya Prabowo mencuri start muncul ke publik ini tidak akan efektif. Menurutnya Prabowo lebih cocok menjadi king maker saja.
"Menurut saya, efeknya rendah. Sosoknya terlalu tua dan kurang nyetrum di mata publik. Prabowo jadi king maker saja, mendorong orang muda kualitas jadi king. Kalau meng-king-kan diri sendiri, waah bisa kontraproduktif," katanya. Sekadar diketahui, Prabowo berusia 61 tahun pada 17 Oktober nanti.
(van/nrl)











































