"Kalau dari semua survei popularitas Pak Prabowo itu sangat tinggi, di survei nasional kalau dilakukan Pilpres pada hari ini ya lembaga survei mengatakan Pak Prabowo paling baik nomor satu atau nomor dua. Jadi bukannya menunggangi tapi malah Pak Prabowo mendorong Jokowi untuk jadi termasuk meminta langsung ke Ibu Mega," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, kepada detikcom, Jumat (21/9/2012).
Menurut Fadli, Prabowo tak perlu sampai menunggangi popularitas Jokowi. Bahkan untuk maju Pilpres 2014 sekalipun.
"Popularitas Pak Prabowo nggak ada masalah, dalam survei nasional justru terus meningkat. Popularitas Jokowi itu pada bulan Desember tahun lalu hanya 6 persen. Memang dia gampang pengenalannya, tapi Pak Prabowo juga terus mendorong," tegas Fadli.
Wasekjen PD Ramadhan Pohan melihat Prabowo Subianto mencoba mengambil untung dengan meroketnya popularitas Joko Widodo (Jokowi) yang sukses di Pilgub DKI. Sayangnya, menurut Ramadhan, Prabowo sudah terlalu tua.
"Kalau lihat di media dan iklan, ada kesan Prabowo mau curi momentum Jokowi. Mau ambil untung dari fenomena Jokowi. Secara politik, tak salah, monggolah," kata Ramadhan kepada detikcom, Jumat (21/9/2012).
Menurut Ramadhan, upaya Prabowo mencuri start muncul ke publik ini tidak akan efektif. Menurutnya Prabowo lebih cocok menjadi king maker saja.
"Menurut saya, efeknya rendah. Sosoknya terlalu tua dan kurang nyetrum di mata publik. Prabowo jadi king maker saja, mendorong orang muda kualitas jadi king. Kalau meng-king-kan diri sendiri, waah bisa kontraproduktif," katanya. Sekadar diketahui, Prabowo berusia 61 tahun pada 17 Oktober nanti.
(van/nrl)











































