Kericuhan bermula saat beberapa orang masuk dan menyebarkan selebaran tentang ijazah palsu dari Sri Pakualam IX. Ratusan warga yang berada di halaman DPRD kemudian menangkap pelaku dan memaksa mereka keluar dari DPRD DIY. Sempat terjadi aksi dorong-dorongan dan adu mulut sehingga aparat kepolisian langsung mengamankan pelaku dan membawanya keluar dari DPRD DIY.
Massa mendesak agar Pansus Penetapan DPRD DIY menunda penetapan Wakil Gubernur DIY karena diduga menggunakan ijazah palsu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa yang jumlahnya 10-an orang juga memancing warga di dalam dengan menantang mereka untuk keluar. Namun warga di dalam yang jumlahnya ratusan dan terdiri dari berbagai elemen ini tidak menanggapinya.
Ketua DPRD DIY, Yoeke Indra Agung Laksono mengatakan, DPRD DIY hari ini menggelar rapat paripurna maraton. Rapat terbagi dalam 3 sesi yang dimulai sejak pagi. Rapat antara lain mengagendakan laporan pertanggungjawaban Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2008-2012, pemaparan visi dan misi calon Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, dan persetujuan atas rancangan keputusan DPRD tentang penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.
(trw/trw)











































