Foke Kalah, PKS: Kami Sudah Berjuang Maksimal

Foke Kalah, PKS: Kami Sudah Berjuang Maksimal

- detikNews
Kamis, 20 Sep 2012 16:46 WIB
Foke Kalah, PKS: Kami Sudah Berjuang Maksimal
Foto: detikcom
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merespons kemenangan Joko Widodo (Jokowi) dalam quick count putaran kedua Pilgub DKI. PKS mengaku sudah berjuang maksimal untuk Fauzi Bowo yang akhirnya tertinggal.

PKS mengalihkan dukungan ke Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) pasca pasangan cagubnya Hidayat-Didik J Rachbini kalah di putaran pertama Pilgub DKI. Jokowi yang sempat bersilaturahim ke DPP PKS gagal merayu PKS agar mengarahkan dukungan ke Jokowi-Ahok.

PKS akhirnya mendukung pasangan incumbent Foke-Nara dalam Pilgub putaran kedua. Dalam dukungannya tersebut, PKS mengakui ada mahar yang harus ditebus oleh Foke-Nara. Saat Foke-Nara kalah, PKS enggan disalahkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya prinsipnya PKS sudah berjuang maksimal yang bisa kita lakukan. Bagaimana kami mencoba maksimal melaksanakan apa yang menjadi komitmen kami. Meskipun pada akhirnya tentu tidak cukup kepada kerja yang maksimal, dan ini proses demokrasi yang harus diterima," kata Ketua FPKS DPR yang juga mantan cagub DKI, Hidayat Nurwahid, kepada detikcom, Kamis (20/9/2012).

Hidayat menegaskan perjuangan politik PKS dan semua parpol pendukung Foke tidak berhenti di sini. Namun merupakan proses panjang dalam memantau kandidat gubernur-wakil gubernur DKI terpilih.

"Proses panjang menuju demokrasi yang lebih dewasa dan demokrasi yang mampu menagih janji calon gubernur yang saat ini mendapat suara rakyat. Jangan sampai rakyat yang ikut lelah dalam proses ini dikecewakan," tegas Hidayat.

Semua perhitungan cepat (quick count) lembaga survei menyebut pasangan Jokowi-Ahok menang atas pasangan Foke-Nara. Hasil itu membuktikan bahwa isu SARA yang sering muncul belakangan ini tidak mempengaruhi suara pasangan Jokowi-Ahok.

"Isu SARA memang ada efeknya dan lebih banyak berpindah ke pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Tetapi isu suara tidak biasa mengurangi basis suara putaran pertama Jokowi-Ahok," ujar ahli statistik Lembaga Survei Indonesia (LSI) Adam Kamil di kantornya, Jl Lembang Terusan, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2012).

(van/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads