Kepala Rumah Dentensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Fritz Aritonang mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (20/9/2012). Menurutnya, dua kapal tersebut membawa 96 pengungsi dengan tujuan akhir Australia.
Dalam perjalanannya, dari dua kapal tersebut, satu di antaranya kehabisan bahan bakar. Dari sana kapal tersebut terpaksa berhenti di Pulau Mentawai untuk mengisi bahan bakar. Sedangkan kapal satunya lagi, terpaksa berhenti karena kehabisan bahan makanan.
"Saat ini yang berada di Mentawai ada sekitar 53 orang, sedangkan 43 orang sudah berada di Rudenim Pekanbaru," kata Fritz.
Dia menjelaskan, 43 orang asal Srilangka itu menyeberang dari Mentai ke Padang. Selanjutnya, pihak imigrasi dan Pemda Sumbar membawa mereka ke Rudenim Pekanbaru melalui jalan darat.
"Dari pengungsi yang ada di tempat kita, mereka bercerita bahwa teman-teman mereka masih betah di Mentawai. Alasannya, masyarakat Mentawai menerima mereka dengan baik," kata Fritz.
Namun dikabarkan, para pengungsi Srilanka yang berada di Mentawai dikabarkan masih akan melanjutkan perjalanannya ke Australia. Pemerintah Indonesia sendiri baru berhak menangani pengungsi ketika mereka turun dari kapalnya.
"Selagi mereka masih di dalam kapal dan belum menginjakkan kaki ke tanah, maka hal itu belum menjadi beban pemerintah. Kabarnya, alasan para pencari suaka itu bertahan di kapal karena mereka ingin tetap melanjutkan perjalanan laut menuju Australia," Fritz.
(cha/trw)











































