"Sebagai Ketua Umum (PDIP) saya menghendaki berhasil, mohon doanya, supaya nanti Pak Jokowi dan Pak Basuki kita mengalami suatu kemenangan," kata Megawati sembari tersenyum kepada wartawan usai mencoblos di TPS 031, Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2012).
Megawati menuturkan, di putaran dua Pilgub DKI ini mesin PDIP dan Gerindra bekerja keras untuk menjaga kemenangan Jokowi-Ahok di putaran pertama Pilgub DKI. Karena seperti diketahui mayoritas parpol mendukung Foke-Nara.
"Sebagai Ketua Umum (PDIP) boleh dibilang ini hasil kerja keras untuk putaran kedua ini. Sebagai penanggung jawab partai hal ini saya pantau. Saya harap Pilgub DKI ini berjalan dengan baik. Sepanjang tadi malam, mesin partai bisa berjalan dengan baik," kata Megawati.
Megawati berharap Pilgub DKI ini berjalan fair. "Kalau di DKI berjalan dengan baik, saya atas nama partai ingin Pilkada lain berjalan serupa. Sepanjang empat hal berjalan dengan baik, pertama KPU-nya, kedua IT, ketiga intel, dan keempat uangnya itu netral. Maka aspirasi rakyat pasti terlihat ke depan," papar Mega yang mengenakan baju putih bergaris.
Dia berharap berbagai black campaign tidak diteruskan. Juga menyangkut penyebutan Jokowi sebagai kutu loncat karena maju Pilgub DKI saat masih menjabat wali kota Solo.
"Kenapa hanya Pak Jokowi saja, kan juga banyak dari partai yang pindah? Kenapa hanya Pak Jokowi? Maksud saya mari bicara soal hati nurani, sering kali kita dipelintir," ujarnya.
(van/nrl)











































