Strategi-strategi unik diterapkan Jokowi-Ahok untuk melekatkan ingatan publik pada sosok keduanya. Bagi Jokowi, untuk 'menjual' produk cagub-cawagub memang harus ada branding strategy.
Nah, berikut 5 strategi yang dilancarkan Jokowi-Ahok dalam upanyanya menuju kursi DKI-1:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Baju Kotak-kotak
|
|
Saat ditanya arti dari baju kotak-kotak yang didominasi warna merah dan biru itu, Jokowi mengatakan bahwa baju kebesarannya merupakan simbol dari warga Jakarta yang heterogen dan terdiri dari banyak latar belakang. Dalam kesempatan lain, Jokowi juga mengatakan kotak-kotak merupakan simbol pelayanan kepada masyarakat.
"Ini baju pelayan, artinya kita ini melayani masyarakat. Jadi mesti ada filosofi yang kita pakai, kita ingin jadi pelayan masyarakat," kata Jokowi (12/5).
2. Turun ke Kampung-kampung
|
|
Strategi ini mulai dilakukan Jokowi saat kampanye putaran pertama pilgub DKI berlangsung. Jokowi mengunjungi kampung-kampung di semua wilayah Jakarta, termasuk beberapa pulau di Kepulauan Seribu.
3. Gebrakan Program
|
|
Ide besar Jokowi adalah pembangunan Jakarta yang dimulai dari perkampungan, bukan dari pusat kota seperti Sudirman, Thamrin maupun Kuningan.
4. Gaya Politik
|
|
Gaya politik Jokowi yang lunak juga ditunjukkan dengan gayanya yang berbaur dengan masyarakat. Jokowi bahkan tak suka jika ada penjagaan khusus kepada dirinya jika sedang berada di tengah-tengah warga. Tak ayal, ratusan warga seringkali berebut foto dan bersalaman dengan Wali Kota Solo itu.
5. Kampanye Kreatif
|
|
Kampanye ini terbilang cukup efektif dan memikat perhatian masyarakat. Hal ini terlihat dari angka pengguna game dan yang menyaksikan videonya di Youtube. Terakhir adalah kampanye yang menghadirkan sekitar 2.000 orang untuk flashmob di Bundaran HI pada Minggu 16 September lalu.
Halaman 2 dari 6











































