Awas! Pencatut Mengaku Orang KY Peras Para Hakim

Awas! Pencatut Mengaku Orang KY Peras Para Hakim

- detikNews
Kamis, 20 Sep 2012 10:53 WIB
Awas! Pencatut Mengaku Orang KY Peras Para Hakim
ilustrasi (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Pencatutan nama lembaga untuk mencari keuntungan pribadi tidak hanya terjadi di institusi TNI. Di lembaga yudisial, orang-orang yang mengaku investigator Komisi Yudisial (KY) kerap mendatangi para hakim di berbagai daerah dengan tujuan memeras sejumlah uang. Hal ini seiring bertaringnya lembaga KY dalam fungsi pengawasan hakim.

"Pernah terjadi beberapa kali ada orang mengaku-mengaku sebagai petugas dari KY untuk mendapatkan keuntungan pribadi," kata juru bicara KY, Asep Rahmat Fajar, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (20/9/2012).

Mereka biasanya mendatangi pengadilan untuk kepentingan investigasi atau pemantauan peradilan. Tetapi dalam pertemuan tersebut, orang itu ujung-ujungnya meminta sejumlah uang dengan janji tidak akan mengungkit-ungkit masalah yang ada dalam pengadilan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi hal itu diketahui karena hakim dan pengadilan yang didatangi orang itu melakukan konfirmasi ke KY," ujar Asep.

Setelah mendapat pemberitahuan dari pengadilan setempat, secepat kilat KY akan mengecek apakah ada tim investigator/tim jejaring KY yang datang ke pengadilan tersebut sehingga tindak pidana pemerasan bisa dicegah.

"KY mengimbau kepada hakim atau pengadilan untuk jangan ragu-ragu melakukan konfirmasi kepada KY apabila merasa ada orang yang mengaku dari KY tapi sikap dan perilakunya mencurigakan atau tidak patut. Sebab apabila benar-benar berasal dari KY, maka jika datang untuk pemeriksaan atau pemantauan terbuka, pasti membawa surat tugas dan identitas resmi," papar Asep.

"Sedangkan apabila sedang melakukan pemantauan tertutup atau investigasi, tentunya petugas KY tersebut tidak akan menampakkan dirinya secara terang-terangan," tuntas Asep.

Kasus pencatutan nama lembaga juga terjadi di TNI AL. Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII Manado meminta masyarakat dan anggotanya untuk mewaspadai adanya orang yang mengaku-ngaku sebagai pejabat TNI AL. Para pencatut nama pejabat TNI AL ini kemudian meminta sumbangan kepada yang diteleponnya.

"Kita minta kepada seluruh anggota masyarakat agar tidak melayani permintaan oknum tersebut, karena pihak Lantamal VIII tidak pernah meminta sumbangan dengan dalih apa pun juga," kata Danlantamal VIII Laksma TNI Guguk Handayani.

(asp/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads