Masyarakat Diimbau Tak Percaya SMS akan Pilkada Rusuh

Masyarakat Diimbau Tak Percaya SMS akan Pilkada Rusuh

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 19 Sep 2012 16:36 WIB
Jakarta - Menjelang pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta, persaingan antarcalon gubernur dan wakil gubernur semakin terasa. Bahkan, beberapa oknum menyebarkan pesan bahwa situasi menjelang Pilkada DKI akan rusuh.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan bahwa pesan tersebut palsu alias hoax. Ia mengimbau agar masyarakat tidak percaya akan pesan tersebut.

"Kepada masyarakat, jangan mudah percaya kepada berita-berita yang beredar melalui SMS atau BBM tentang Pilkada yang akan rusuh. Bila ragu-ragu, tanyakan kepada kepolisian terdekat," tegas Rikwanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjelang Pilkada DKI putaran kedua ini, bermunculan broadcast message yang memojokkan calon pasangan tertentu. Selain itu, beredar juga broadcast message yang menimbulkan keresahan warga. Berikut petikan pesan tersebut.

"Breaking News !!....Aparat kepolisian telah menggerebek sebuah rumah di daerah Cengkareng Jakarta Barat dimana di dalam rumah tersebut terdapat 15 kotak suara palsu yg berisikan 700.000 surat suara bergambar salah satu kandidat Cagub DKI yang telah dicoblos. Selain itu juga Polisi telah menyita uang rupiah palsu sejumlah 200 juta dan juga uang dollar Amerika sejumlah 300 ribu. Selain itu juga telah ditemukan peta lokasi tempat tinggal salah satu keluarga calon wakil gubernur yang berada di daerah Jakarta Pusat. Petugas juga menemukan 15 granat nanas dan beberapa Bom rakitan yang siap untuk diledakan pada tanggal 20 September di beberapa TPS di 5 wilayah DKI dan 7 orang telah ditahan oleh pihak aparat".

(mei/gah)


Berita Terkait