Polisi Waspadai 'Serangan Fajar' Jelang Pilkada DKI Putaran Kedua

Polisi Waspadai 'Serangan Fajar' Jelang Pilkada DKI Putaran Kedua

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 19 Sep 2012 14:52 WIB
Polisi Waspadai Serangan Fajar Jelang Pilkada DKI Putaran Kedua
Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya mewaspadai setiap bentuk ancaman dan gangguan yang mungkin terjadi menjelang pencoblosan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta besok. Salah satu yang diwaspadai yakni aksi serangan fajar.

"Aksi semacam itu tetap kita waspadai. Tetapi saya yakin masyarakat Jakarta cerdas-cerdas," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (19/9/2012).

Rikwanto mengatakan, masyarakat Jakarta memiliki pikiran yang matang dalam menentukan suaranya. Pemilih sudah bisa mempertimbangkan gambaran tentang siapa calon pemimpin yang akan dipilihnya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka sudah matang, mereka berpikiran siapa pun yang dipilih besok akan menentukan 5 tahun ke depan," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya mengimbau masyarakat DKI untuk tidak terpengaruh atau tidak mudah teriming-imingi suatu imbalan untuk memilih pasangan calon gubernur/wakil gubernur tertentu.

"Baik-baiklah dalam memilih cagub, walaupun dalam berbagai peristiwa banyak yang mempengaruhi, pressure, mengiming-imingi," jelasnya.

Menurutnya, rakyat Jakarta tidak akan terpengaruh dengan aksi serangan fajar.

"Kalau pun ada pihak-pihak yang berikan uang atau hadiah tertentu, biasanya mereka terima saja, tapi urusan nyoblos siapa itu terserah mereka," pungkasnya.

Kamis 20 September 2012 besok, masyarakat Jakarta akan menggunakan hak suaranya untuk memilih gubernur dan wakil gubernur DKI untuk 5 tahun ke depan. Sebanyak 16.605 personel gabungan dari TNI/Polri disiapkan untuk mengamankan pesta demokrasi tersebut.

(mei/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini