Samakan Persepsi, Juru Masak Katering di Madinah Dikumpulkan

Laporan dari Arab Saudi

Samakan Persepsi, Juru Masak Katering di Madinah Dikumpulkan

- detikNews
Rabu, 19 Sep 2012 14:19 WIB
Samakan Persepsi, Juru Masak Katering di Madinah Dikumpulkan
Foto: bagus kurniawan/detikcom
Madinah - Sekitar 20-an perwakilan juru masak katering haji di Madinah dikumpulkan. Hal itu dilakukan agar menu, cita rasa dan kualitas sama atau standar sehingga tidak ada perbedaan persepsi.

Para juru masak dan supervisor asal Indonesia itu dikumpulkan di perusahaan katering Al Andalus, Rabu (19/9/2012). Di Madinah sendiri ada 12 perusahaan yang akan melayani jamaah haji Indonesia di Madinah. Pertemuan dipimpin langsung oleh pengawas katering, Sartoyo, bersama anggota PPIH 1433 H lainnya.

Dalam pertemuan itu dibahas mengenai berbagai variasi menu makanan yang akan disajikan kepada jamaah. Mereka juga membahas mengenai ketersediaan bahan baku terutama sayur-sayuran, daging ayam, sapi, ikan dan membahas cara pengolahan sehingga ada standar rasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika membahas mengenai lauk terong balado, oseng-oseng bunga kol dan lauk semur kentang, banyak juru masak yang memberikan masukan bila ketersediaan sayuran seperti terong tidak terlalu banyak. Selain itu, terong yang sudah dipotong, saat digoreng akan hancur sehingga perlu dipertimbangkan menu tersebut diganti. Untuk semur juga tidak menggunakan santan karena akan membuat cepat basi kalau tidak disajikan dalam kondisi hangat.

Sartoyo melakukan demo masak salah satu menu masakan diantara rendang daging ayam goreng tepung, ayam asam pedas, ayam asam manis, daging ikan filet goreng, ikan teri, sayuran dan menu masakan lainnya. Beberapa menu baru terutama lauk-pauk juga diajukan untuk dibahas hingga cara mengolahnya.

"Sebelum jamaah tiba, kita meninjau langsung kesiapan di dapur salah satunya di Andalus," ungkap Direktur Pelayanan Haji, Sri Ilham Lubis, Lc disela-sela meninjau dapur perusahaan Al Andalus, di Madinah.

Menurutnya pemantapan terhadap juru masak untuk menyamakan persepsi sebelum jamaah tiba. Berbagai juru masak asal Indonesia yang menjadi tenaga musiman (Temus) itu harus siap bekerja memasak menu makanan dari seluruh Indonesia dengan rasa, kualitas dan standar sama menu sehingga tidak ada perbedaan persepsi.

"Ini yang kita inginkan agar sesuai dengan persyaratan pemerintah sehingga kita berharap tidak ada ada komplain lagi dari jamaah," katanya.

Sementara itu, Dirjen Pembinaan Gizi dan Kesehatan Ibu Anak Kementerian Kesehatan, dr Slamet Riyadi MPh menambahkan kondisi jamaah selama menunaikan ibadah harus sehat. Mereka tidak hanya makan kenyang saja namun asupan gizi dan kandungan kalori harus benar-benar cukup.

Menurut dia kebersihan peralatan terutama dapur tempat memasak dan lingkungan juga harus diperhatikan. Alat-alat memasak harus terlindung dari pencemaran air dan udara. "Jangan sampai terjadi kasus diare sehingga tidak kena sidang DPR hanya karena soal ini (katering-red)," pungkas Slamet Riyadi.

(bgs/try)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads