PKS: Evaluasi Kabinet Penting, Menteri Tidak Maksimal Rugikan SBY

PKS: Evaluasi Kabinet Penting, Menteri Tidak Maksimal Rugikan SBY

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 19 Sep 2012 10:48 WIB
PKS: Evaluasi Kabinet Penting, Menteri Tidak Maksimal Rugikan SBY
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai momentum evaluasi tahunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB II) Oktober mendatang harus disikapi serius oleh Presiden SBY. Membiarkan menteri yang tidak maksimal meneruskan tugas justru merugikan Presiden SBY.

"Sekarang itu pilihannya ada di Pak SBY, apakah Pak SBY mau memastikan semua menterinya agar memastikan capaian pembangunan di tahun 2014 atau memberikan toleransi bagi menterinya untuk sibuk dengan urusan parpol. Kalau dibiarkan kan yang rugi Pak SBY sendiri," kata Wasekjen PKS, Mahfudz Siddik kepada detikcom, Rabu (19/9/2012).

Bulan Oktober tahun 2012 ini genap berusia tiga tahun Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Evaluasi menyeluruh, menurut Mahfudz, harus dilakukan untuk memastikan semua program pemerintahan yang tersisa dua tahun ke depan dapat dijalankan tanpa masalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya tahun 2013 ini harus menjadi tahun akselerasi program-program pembangunan kabinet SBY ini. Kenapa karena ya pada tahun 2014 ya bisa dipastikan akan banyak menteri jadi calon legislatif atau calon presiden dan sebagian menteri yang berasal dari parpol apalagi ketua umum parpol harus bekerja keras. Tidak bisa diharapkan kinerja pemerintah akan efektif pada tahun 2014," papar Mahfudz.

Karena itu, menurut Mahfudz, evaluasi kabinet menjadi kuncinya. SBY bisa memulai membereskan kementerian yang tengah menjadi sorotan publik karena sejumlah kasus hukum.

"Ya artinya kementerian yang banyak dugaan terkait kasus hukum, yang diduga ada kaitan dengan menteri ya harus diselesaikan tahun ini, sehingga ada kepastian hukum yang pastinya berimplikasi politik secara clear. SBY juga bisa melakukan evaluasi dan mengambil sikap tegas," tandasnya.

(van/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini